Elon Musk vs OpenAI: Hari Pertama Sidang Sengit
- 30 Apr 2026 15:55 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Sidang blockbuster antara Elon Musk melawan OpenAI resmi dimulai di pengadilan Oakland, California, Selasa (29/4/2026). Hari pertama persidangan langsung memanas ketika Musk, orang terkaya di dunia, memberikan kesaksian bahwa para pemimpin OpenAI, Sam Altman dan Greg Brockman, bersekongkol untuk "mencuri sebuah lembaga amal."
Musk, yang menjadi saksi pertama dalam kasus ini, mendirikan OpenAI bersama Brockman dan Altman lebih dari satu dekade lalu sebagai entitas nirlaba murni. Namun, Musk kini menuduh bahwa perubahan struktur OpenAI telah memperkaya para eksekutif dan mitra mereka, Microsoft, secara tidak adil—menyimpang dari misi kemanusiaan awal perusahaan.
Sementara itu, OpenAI membantah keras. Mereka menyebut gugatan ini hanya taktik Musk untuk melemahkan pesaing perusahaan kecerdasan buatannya sendiri, xAI.
Di hadapan juri, Musk menegaskan bahwa ia mendanai OpenAI agar menjadi "manfaat bagi seluruh umat manusia." Ia bahkan memperingatkan bahwa kekalahan dalam kasus ini akan memberikan "lisensi untuk menjarah setiap lembaga amal di Amerika."
Namun pengacara OpenAI, William Savitt, melukiskan gambaran sebaliknya. Savitt mengklaim bahwa justru Musk yang pernah mendorong struktur for-profit, dan meninggalkan perusahaan ketika tidak bisa mengendalikannya sepenuhnya. Gugatan ini, kata Savitt, diajukan setelah Musk mendirikan xAI.
Mengenakan setelan gelap dan dasi, Musk menjelaskan alasannya terlibat dalam AI sejak 2015. "Saya memiliki kekhawatiran ekstrim terhadap AI," ujarnya, seraya menambahkan bahwa AI bisa membuat semua orang sejahtera, "tapi juga bisa membunuh kita semua."
Musk bahkan merujuk pada film Terminator sebagai skenario yang tidak diinginkan, serta menyebut bahwa pendiri Google, Larry Page, menginspirasi lahirnya OpenAI karena dianggap tidak cukup peduli pada keselamatan AI.
Musk mengklaim bahwa dialah pencetus ide, nama "OpenAI" (dengan makna open source), perekrut orang-orang kunci, hingga penyandang dana awal. Ia juga berperan penting merekrut Ilya Sutskever, mantan ilmuwan utama OpenAI.
Namun pengacara OpenAI menyoroti bahwa setelah Musk mundur dari dewan, ia terus mendapat kabar soal penggalangan dana divisi for-profit OpenAI dari Altman. Saat itu, Musk tidak pernah menyampaikan keberatan bahwa perusahaan menyimpang dari misi awal.
Sidang ini akan terus bergulir, dengan potensi perubahan besar pada lanskap AI global jika pengadilan memihak Musk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....