Anak Muda Kecanduan Pasar Prediksi, Alarm Sinyal Bahaya
- 31 Mei 2026 19:26 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Kalangan dewasa muda usia 18–21 tahun di Amerika Serikat kini berbondong-bondong meramaikan situs prediction market — platform keuangan daring yang memungkinkan pengguna bertaruh atas hasil pemilu, pertandingan olahraga, hingga perhelatan hiburan. Para pakar kecanduan menyatakan ini adalah alarm serius.
Andrew, seorang siswa SMA berusia 18 tahun, mengaku pertama kali menggunakan Kalshi — salah satu platform terbesar — untuk membiayai liburan bersama teman-temannya ke Yunani. Dengan modal uang muka kartu kredit senilai 500 dolar AS, ia meraup keuntungan 2.200 dolar dalam sekali sesi. Namun keberuntungan itu tak bertahan lama.
Setelah sempat menghapus aplikasi karena hampir merugi 1.000 dolar, Andrew mengunduhnya kembali. Ia berhasil mengubah 1.300 dolar menjadi 3.000 dolar — namun ketika mencoba menarik dana pada pukul 3 dini hari, muncul pesan galat. Tak bisa menarik uangnya, ia terus bertaruh, hingga akhirnya semua lenyap dalam hitungan jam.
"Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya mulai panik," kata Andrew. "Saat itu, kamu terus melaju, terus, terus. Seperti terowongan tanpa ujung."
Celah Hukum yang Berbahaya
| Baca juga: Nvidia Luncurkan Chip AI RTX Spark untuk PC |
Secara hukum di Amerika Serikat, prediction market tidak dikategorikan sebagai perjudian, melainkan pasar keuangan yang menawarkan "kontrak peristiwa." Ini menjadikan platform tersebut legal bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas — berbeda dari sportsbook konvensional yang memberlakukan batas usia 21 tahun di sebagian besar negara bagian.
"Ini jelas sebuah celah hukum," kata mantan Jaksa Agung New Jersey Matt Platkin. "Inilah mengapa negara bagian memberlakukan batasan usia untuk perjudian, alkohol, dan perilaku berbahaya lainnya."
Para ahli kesehatan menegaskan, bagian otak yang mengendalikan impuls belum sepenuhnya berkembang hingga usia 25 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa anak muda lebih rentan mengembangkan kecanduan judi.
Philip Sullivan dari Florida Council on Compulsive Gambling menyebutkan, banyak pengguna prediction market di bawah 21 tahun yang menghubungi layanan bantuan mereka adalah orang yang sebelumnya telah pulih dari kecanduan platform taruhan lain.
Pemasaran Agresif yang Menyasar Generasi Muda
Kelompok advokasi juga menyoroti strategi iklan agresif platform-platform ini di media sosial. Salah satu iklan Polymarket menampilkan influencer Logan Paul terjun payung sambil mengajak pengikutnya mengunduh aplikasi. Sementara iklan Kalshi mempromosikan platformnya sebagai "cara mudah dapat uang tambahan."
"Saya sedang sedih, dan iklan itu menghampiri saya," ungkap Andrew.
Respons Industri dan Regulasi
Kalshi baru-baru ini bergabung dengan National Council on Problem Gambling dan menyumbangkan 2 juta dolar untuk inisiatif keselamatan pengguna. Perusahaan juga memberlakukan aturan baru bagi pengguna usia 18–21 tahun, termasuk mendorong penetapan batas setoran bagi mereka yang menunjukkan pola perdagangan tidak sehat.
Namun di tingkat federal, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) di bawah pemerintahan Trump cenderung berpihak pada industri. Presiden Trump bahkan menyatakan secara terbuka bahwa ia ingin industri ini "berkembang pesat."
Sebanyak 41 negara bagian dan Distrik Columbia telah mengajukan gugatan hukum, menyatakan prediction marketsecara terang-terangan melanggar undang-undang perjudian negara bagian. Minnesota menjadi negara bagian pertama yang melarang platform ini, meski CFTC kemudian mengajukan gugatan untuk memblokir larangan tersebut.
Di Kongres, lebih dari selusin RUU telah diajukan tahun ini, termasuk usulan menaikkan batas usia minimum menjadi 21 tahun.
"Kamu Belum Kehilangan Nyawamu"
Abdullah Mahmood, pengelola program intervensi judi di pusat rehabilitasi Maryhaven di Columbus, Ohio, menangani seorang mahasiswa 21 tahun yang mengaku merugi "lebih dari lima digit" di Kalshi dan Polymarket.
Setiap sesi konsultasi selalu ia buka dengan pesan yang sama: "Berapa pun uang yang kamu hilangkan, kamu belum kehilangan hidupmu. Dan itu adalah aset paling berharga."
Andrew sendiri akhirnya menghubungi hotline perjudian nasional usai kehilangan segalanya. Namun ia kecewa karena mayoritas sumber bantuan yang disarankan memerlukan biaya.
"Saya sedang berutang 2.000 dolar. Saya tidak mampu membayar terapis," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....