Cabe Mahal, Gapoktan : Pasar Induk Jadi Barometer

  • 13 Feb 2026 19:46 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Harga komoditi cabai saat ini terus mengalami fluktuatif harga, apalagi menjelang bulan ramadan ini harga cabai mengalami kenaikan di beberapa pasar di Kabupaten Garut seperti yang terjadi di pasar induk guntur ciawitali saat ini harganya cabai merah biasa Rp43.000 per kilo. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Banyuresmi, Sumarna mengatakan jika cabai ini sebetulnya dalam keadaan surplus." Cabai di garut itu sebetulnya surplus karena cabai itu semua kecamatan hampir daerah produksi," katanya, di Garut, Jumat 13 Febuari 2026.

Ia menyampaikan saat ini ada beberapa kecamatan yang sudah memasuki waktu panen raya seperti Kecamatan Sucinaraja, Kecamatan Wanaraja, Kecamatan Pangatikan, Kecamatan Malangbong, Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Leuwigoong, Kecamatan Cibiuk, Kecamatan Cisewu, dan Kecamatan Caringin.

Namun saat ini yang menjadi pertanyaan di masyarakat adalah kenapa harga cabai di garut mahal sedangkan garut ini merupakan daerah produksi." Karena tetap barometer itu pasar induk kramat jati jadi kalau disana harga 80 ribu garut juga ikut jual 80 ribu itu di eceran kalau di harga petani itu sekitar 65 paling tinggi 70 ribu," katanya.

Ia menyampaikan jika stok produksi cabai di Kabupaten Garut itu dalam keadaan tersedia atau banyak, hanya yang menjadi masalahnya adalah iklim atau kondisi cuaca yang tidak menenti sehingga mempengaruhi proses panen cabai di garut.

Lebih lanjut kata Sumarna, tingkat kematangan cabai cukup tertanggu dengan tidak menentunya cuaca." Tingkat kematangan cabai itu jadi terlambat karena hujan biasa 2-3 kali dalam seminggu sekarang bisa hanya 1 minggu sekali," katanya.

Jika kondisi cuaca panas ia memastikan stok cabai akan banyak dan harga pun akan mengalami penurunan di beberapa pasar termasuk di pasar induk."Faktor cuaca sangat menentukan terhadap harga dan kualitas cabe, namun idealnya baik secara kualitas maupun kuantitas cabe lebih coxok ditanam dan dipanen pada musim panas,"katanya.

Ia menyampaikan produksi cabai di garut itu kurang lebih sebanyak 5 ton perhari untuk cabai rawit, sedangkan untuk cabai merah kriting kisaran 15-20 ton perhari."Cabe digarut sebenarnya cukup melimpah bahkan surplus, secara kuantitas produksi cabe yang dihasilkan bisa mencapau 5 ton perhari untuk cabe rawit, sementara untuk cabai kriting bisa mencapai 15 hingga 20 ton sekali panen,"ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....