Bank Dinar Salurkan Zakat Rp1,6 Miliar, Fokuskan Pemberdayaan Ekonomi

  • 12 Feb 2026 15:19 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Dinar Ashri atau Bank Dinar menyalurkan zakat perusahaan sebesar Rp1,6 miliar yang dikumpulkan pada 2025. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar Rp1,3 miliar.

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, mengatakan dana Rp1,6 miliar tersebut merupakan zakat murni perusahaan dan tidak termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“2025 ini zakat perusahaan mencapai Rp1,6 miliar. Ini di luar program CSR, murni dari zakat perusahaan,” ujar Mustaen, usai menyerahkan zakat kepada sejumlah lembaga amil zakat di Mataram, Rabu, 11 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dalam pengelolaan zakat, Bank Dinar tetap menjalin sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB, Baznas Kota Mataram dan LAZ Dasi, serta MIM Foundation.Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat gerakan zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan.

“Kami punya lembaga sendiri, tetapi tetap menjalin hubungan dengan Baznas kota, provinsi, dan lembaga lain supaya gerakan zakat ini bisa bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung program sosial,” katanya.

Menurut Mustaen, orientasi utama penyaluran zakat difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menilai, pendekatan tersebut lebih berdampak jangka panjang karena mendorong penerima manfaat menjadi mandiri secara finansial.

“Yang paling bagus itu pemberdayaan ekonomi. Bagaimana orang bisa berdaya, terlepas dari kondisi sebelumnya sebagai penerima, minimal bisa membantu dirinya dan keluarganya. Syukur-syukur kelak bisa menjadi donatur,” ujarnya.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Pojok UMKM, yakni ruang pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Mustaen menyebut, sebagian penerima manfaat program tersebut kini telah bertransformasi menjadi pendonor.

“Dulu mereka menerima, sekarang sudah ada yang menjadi pendonor. Skema seperti ini yang kami anggap bagus,” ujar Mustaen.

Ia menambahkan, sebagian besar dana zakat yang dihimpun disalurkan di wilayah NTB. Dana tersebut diputar kembali untuk mendukung program-program lokal, kecuali pada kondisi tertentu seperti bencana nasional atau bantuan kemanusiaan.

“Hampir seluruhnya diputar di NTB. Kecuali ada program bencana nasional seperti di Aceh atau bantuan kemanusiaan, misalnya untuk Palestina, itu kami salurkan melalui lembaga terkait,” katanya.

Penyaluran zakat dilakukan melalui sejumlah lembaga dan program yang memiliki tujuh pilar, antara lain pendidikan, kesehatan, sosial, dan lingkungan. Mustaen menekankan pentingnya kepedulian terhadap isu lingkungan, mengingat dampaknya terhadap kesehatan dan sektor pariwisata.

“Kita harus lebih aware terhadap lingkungan. Kalau lingkungan kotor, itu berdampak pada kesehatan dan juga pariwisata. Ini menjadi pekerjaan bersama,” katanya.

Peningkatan zakat perusahaan tersebut, lanjut Mustaen, sejalan dengan kinerja positif Bank Dinar. Ia menyebut, secara nasional BPRS Dinar Ashri saat ini menempati posisi teratas dengan total aset mencapai Rp2,2 triliun dan kondisi kesehatan bank yang dinilai sangat baik.

“Alhamdulillah, posisi aset kami sudah Rp2,2 triliun dengan kondisi kesehatan sangat prima. Ini juga berkat dukungan nasabah, mitra, dan masyarakat NTB,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Bank Dinar berkomitmen terus memperkuat peran sebagai bank syariah daerah yang tidak hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga memberi dampak sosial nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....