HMP Pendidikan Matematika Undana Gelar Lomba Literasi Matematika 2026
- 17 Jul 2026 07:59 WIB
- Kupang
Poin Utama
- HMP Pendidikan Matematika Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menggelar Lomba Literasi Matematika 2026 bagi siswa SMP/MTs se-Kota Kupang.
- Kompetisi ini hadir dengan pendekatan berbeda, yakni memadukan kemampuan literasi, numerasi, dan etnomatematika sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21.
- Ajang tahun ini mengusung tema besar yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan serta pelestarian warisan daerah NTT melalui pendekatan etnomatematika.
- Pendaftaran Lomba Literasi Matematika 2026 dibuka hingga 28 Juli 2026, sedangkan pelaksanaan kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Agustus 2026.
- Pendekatan etnomatematika yang diterapkan panitia menjadi daya tarik utama yang membedakan kompetisi tahun 2026 ini dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.
- Lomba akan dilaksanakan secara individu melalui tiga tahapan, yakni penyisihan, semifinal, dan final.
- Bagi pihak sekolah yang ingin berpartisipasi, panitia telah membuka proses penjaringan dan pendaftaran daring yang difasilitasi langsung oleh guru pendamping dari masing-masing sekolah.
RRI.CO.ID, Kupang - Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menggelar Lomba Literasi Matematika 2026 bagi siswa SMP/MTs se-Kota Kupang. Kompetisi yang memasuki tahun keempat ini hadir dengan pendekatan berbeda, yakni memadukan kemampuan literasi, numerasi, dan etnomatematika sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21.
Kompetisi ini bertransformasi dari konsep cerdas cermat konvensional menjadi sebuah ajang pembuktian kemampuan literasi dan numerasi yang terintegrasi dengan budaya lokal. Ajang tahun ini mengusung tema besar yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan serta pelestarian warisan daerah NTT melalui pendekatan etnomatematika.
Pendaftaran Lomba Literasi Matematika 2026 dibuka hingga 28 Juli 2026, sedangkan pelaksanaan kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Agustus 2026. Panitia berharap kegiatan ini mampu menjadi wadah lahirnya generasi muda yang tidak hanya mahir berhitung, tetapi juga mampu memanfaatkan matematika untuk memecahkan persoalan nyata sekaligus mencintai budaya lokal.
Ketua Bidang Penalaran dan Keilmuan HMP Pendidikan Matematika Undana, Natalia Ratnawidiastuti yang akrab disapa Nadya, menjelaskan bahwa penyusunan soal kompetisi kali ini sengaja diselaraskan dengan program berskala nasional dan global. “Kita di sini tuh menekankannya tentang SDGs-nya terutama untuk poin yang keempat yaitu pendidikan berkualitas dan juga etnomatematika,” kata Nadya saat berdialog dalam siaran Pro 2 RRI Kupang pada Selasa, 14 Juli 2026.
Pendekatan etnomatematika yang diterapkan panitia menjadi daya tarik utama yang membedakan kompetisi tahun 2026 ini dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Konsep ini dihadirkan agar para siswa dapat dengan mudah memvisualisasikan teori matematika abstrak lewat objek kebudayaan yang sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Panitia, Harun Seprianses Kanuk, menjelaskan bahwa proses penjaringan peserta telah dilakukan sejak Mei 2026 melalui sekolah-sekolah di Kota Kupang. "Saat ini kami masih melakukan penjaringan agar semakin banyak sekolah mengirimkan peserta untuk berpartisipasi dalam lomba ini," katanya.
Lomba akan dilaksanakan secara individu melalui tiga tahapan, yakni penyisihan, semifinal, dan final. Pada babak final, peserta tidak hanya menyelesaikan soal, tetapi juga mempresentasikan proses berpikir, menganalisis, hingga memberikan alasan atas jawaban yang dipilih, termasuk menghadapi soal berbasis bahasa Inggris dan soal visual yang menuntut kreativitas peserta.
Ketua HMP Pendidikan Matematika, Yosef Mario Umbu Besi, mengajak seluruh siswa SMP/MTs untuk tidak ragu mengikuti kompetisi tersebut. "Kami percaya semua siswa memiliki potensi. Tidak harus menjadi juara, tetapi pengalaman mengikuti lomba ini akan melatih kemampuan berpikir kritis dan menghadirkan atmosfer seperti Olimpiade Sains yang sangat bermanfaat bagi peserta," ungkapnya.
Bagi pihak sekolah yang ingin berpartisipasi, panitia telah membuka proses penjaringan dan pendaftaran daring yang difasilitasi langsung oleh guru pendamping dari masing-masing sekolah. Setiap sekolah diperkenankan mengirimkan delegasi terbaiknya dengan kuota maksimal lima orang peserta untuk memperebutkan hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang tunai.
Secara keseluruhan, persiapan matang telah dilakukan oleh seluruh panitia mahasiswa dengan bimbingan intensif dari para dosen program studi demi menjaga kualitas mutu kompetisi. Kehadiran Lomba Literasi Matematika 2026 diharapkan mampu melahirkan role model baru yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan problem solving yang kuat di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Dengan atmosfer kompetisi yang menyerupai olimpiade sains, ajang ini diyakini akan menjadi batu loncatan penting bagi peningkatan mutu literasi numerasi generasi muda daerah. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....