Gubernur Melki ke Banggar DPR: NTT Butuh Fiskal Kuat Dorong Hilirisasi

  • 06 Jul 2026 22:37 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meminta Banggar DPR RI memperkuat fiskal daerah dan mendorong hilirisasi komoditas di NTT. Permintaan itu disampaikannya saat pertemuan di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, Jumat 3 Juli 2026.

Pertemuan dipimpin Ketua Tim Banggar Wihadi Wijanto. Hadir 18 anggota Banggar, Irjen Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh, bupati/wakil bupati se-NTT, BI NTT, dan jajaran Kemenkeu.

"Daerah kami punya bahan baku, tetapi membutuhkan dukungan agar proses produksinya dilakukan di NTT. Dengan demikian, nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat dan daerah menjadi lebih mandiri," kata Melki.

Data Pemprov: dari 22 kabupaten/kota, hanya Manggarai Barat dan Kota Kupang yang kemandirian fiskalnya relatif baik. Daerah lain masih sangat bergantung dana transfer pusat. Kemandirian fiskal NTT baru 7,07 persen, kata Irjen Kemenkeu.

Gubernur soroti 3 hal:

1. Hilirisasi: Pinang transaksi Rp1 triliun/tahun masih didatangkan dari luar. Peluang besar jika diolah di NTT.

2. Labuan Bajo: Pemda tanggung beban sampah destinasi super prioritas, tapi kewenangan fiskal belum sebanding.

3. Stunting & Kemiskinan: Butuh dukungan pembiayaan berkelanjutan, termasuk Makan Bergizi Gratis.

Anggota Banggar Dapil NTT Anita Gah tegas: "NTT harus mendapat perlakuan khusus. Kondisi NTT tidak sama dengan daerah lain, terutama Pulau Jawa."

Julie Sutrisno Laiskodat siap kawal aspirasi bupati di pembahasan APBN. Bupati Manggarai Barat soroti kapal pinisi mirip hotel tapi kontribusi minim. Bupati Rote Ndao minta industri garam bersaing dengan impor.

Bank Indonesia catat ekonomi NTT 2026 tumbuh 5,32% yoy. Tantangannya: produktivitas, cold storage, literasi keuangan, pembiayaan UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....