Mandiri Energi, PLN dan Pemkab Rote Ndao Perkuat Kolaborasi Pengembangan EBT

  • 28 Jun 2026 21:56 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar pertemuan strategis bersama investor asal Tiongkok dan mitra investasi dari Jakarta. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Sabtu 20 Juni 2026 ini membahas peta jalan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi komitmen PLN dalam mewujudkan kemandirian energi di beranda terselatan Indonesia. Langkah bersama ini diambil sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan energi daerah, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta menyiapkan infrastruktur kelistrikan yang tangguh.

Kehadiran pasokan listrik yang andal dan bersih ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi, sekaligus menyokong berbagai sektor unggulan daerah seperti industri garam nasional, pariwisata, perikanan, hingga pemenuhan kebutuhan domestik masyarakat Rote Ndao di masa depan.

Dalam suasana diskusi yang hangat, pertemuan tersebut membedah sejumlah agenda krusial. Mulai dari evaluasi rasio elektrifikasi, proyeksi kebutuhan sistem kelistrikan jangka panjang, pemetaan potensi energi hijau (surya dan angin), hingga kesiapan infrastruktur dalam menyambut gelombang investasi yang masuk ke Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, mengatakan bahwa ketahanan energi bukan sekadar persoalan teknis, melainkan fondasi utama dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai daerah kepulauan, ketahanan energi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan masyarakat. Selama ini kebutuhan energi listrik masih didukung oleh pembangkit berbahan bakar fosil yang pasokan bahan bakarnya berasal dari luar daerah. Kondisi geografis dan faktor cuaca sering kali menjadi tantangan dalam proses distribusi, sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk memperkuat sistem kelistrikan yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujar Paulus.

Ia menuturkan, alam Rote Ndao menyimpan berkah luar biasa berupa potensi surya dan angin yang melimpah. Potensi inilah yang harus dioptimalkan sebagai solusi jangka panjang.

Pihaknya menilai bahwa pengembangan energi terbarukan sebagai kebutuhan strategis untuk masa depan.

Potensi sinar matahari dan angin yang dimiliki Rote Ndao merupakan aset berharga yang perlu dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung setiap langkah kolaboratif yang dapat mempercepat terwujudnya kemandirian energi sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Gayung bersambut, Manager PLN ULP Rote Ndao, Yohanes Fernandez Lay, menyambut positif keterlibatan aktif pemerintah daerah dan para investor global dalam mendorong penetrasi energi bersih ini. “Pembahasan mengenai pengembangan EBT ini memberikan optimisme baru bagi kami. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, PLN optimistis ke depan sistem kelistrikan di Rote Ndao akan semakin andal, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Yohanes sembari menegaskan kesiapan PLN menyediakan sistem grid yang adaptif dan andal.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menyampaikan bahwa transformasi energi di Rote Ndao memiliki nilai luhur dan strategis, baik bagi ketahanan daerah maupun bagi cita-cita transisi energi di tingkat nasional.

Ia menyebut, Rote Ndao memiliki potensi energi terbarukan yang sangat menjanjikan. Pengembangan energi surya maupun energi angin di wilayah ini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan ketahanan energi yang berkelanjutan.

PLN mendukung penuh berbagai inisiatif kolaboratif yang bertujuan mempercepat pemanfaatan energi bersih, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan akses listrik yang andal dan berkualitas.

"Melalui sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, investor, dan masyarakat, kami optimistis Rote Ndao dapat menjadi salah satu contoh sukses (role model) pengembangan energi hijau di Nusa Tenggara Timur,” tutur Eko penuh optimisme.

Pertemuan PLN dan Pemkab Rote Ndao ini kembali membuktikan bahwa jarak geografis bukan halangan untuk menghadirkan modernisasi. Sinergi yang kokoh ini diharapkan menjadi awal dari bentangan infrastruktur energi hijau yang andal, demi senyum dan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao yang lebih cerah di hari esok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....