Komunitas Dinilai Mampu Menjadi Penggerak Literasi Daerah
- 11 Jun 2026 15:35 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Widyabasa Ahli Pertama, Balai Bahasa Provinsi NTT, Zuddi Ichwan Priyana menilai komunitas dapat menjadi penggerak literasi di daerah. Kehadiran kelompok masyarakat ini dianggap mampu untuk menjangkau lingkungan yang minim fasilitas dan akses untuk memperoleh bahan bacaan.
“Komunitas literasi ini memang sangat dibutuhkan untuk memajukan sumber daya manusia dalam komunitas masyarakat yang lebih besar. Teman-teman bisa belajar banyak dari komunitas dengan waktu dan fasilitas yang sefleksibel mungkin,” kata Zuddi Priyana kepada RRI Kupang, Kamis, 10 Juni 2026.
Untuk meningkatkan literasi di NTT, dijelaskan Zuddi Ichwan Priyana, perlu adanya kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen untuk menghidupkan komunitas sehingga menciptakan ruang inklusif dan pemberdayaan masyarakat dengan berbagai ketrampilan.
“Memang perlu sekali perhatian perhatian dari banyak pihak bukan hanya dari Balai Bahasa dan pemerintah daerah. Bahkan masyarakat itu sendiri perlu untuk mari bersama-sama kita menghidupkan, memberdayakan komunitas sehingga dampaknya akan sangat luar biasa,” kata Zuddi Priyana.
Menurut Zuddi, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mengadakan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi yang melibatkan 40 pegiat literasi. Nantinya setiap kelompok masyarakat akan didampingi untuk memastikan gerakan literasi dapat menjangkau akar rumput melalui pendekatan berbasis kearifan lokal.
“Kami akan lakukan pendampingan sehingga kami bisa bersama teman-teman mengaktifkan literasi di masyarakatnya. Tahap selanjutnya kami akan mengunjungi komunitas untuk mengetahui permasalahannya sehingga bisa menentukan langkah selanjutnya terkait pembinaan komunitas di masa mendatang,” ucap Zuddi.
Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Gading Taruna, Goris Takene mengapresiasi kegiatan yang melibatkan komunitas literasi oleh Balai Bahasa NTT. Ia berharap pembinaan tersebut dapat melahirkan kerja sama lintas sektor untuk memperluas jangkauan gerakan literasi serta menumbuhkan budaya baca.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pembinaan semata, tetapi menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan. Sehingga gerakan literasi semakin kuat dan menjangkau lebih banyak masyarakat hingga ke tingkat akar rumput,” kata Goris Takene.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....