Virus ASF Kembali Serang Ternak Babi di Sumba Barat
- 22 Mar 2026 13:03 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Wabah African Swine Fever (ASF) kembali menyerang ternak babi milik warga di Kabupaten Sumba Barat pada Minggu, 22 Maret 2026. Kejadian ini menambah kekhawatiran masyarakat, mengingat virus ASF sebelumnya juga pernah menyebabkan kematian massal ternak babi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Salah satu warga terdampak, Agus Woleka, saat dihubungi oleh RRI mengungkapkan bahwa seluruh ternak babi miliknya mati dalam waktu singkat. “Ada 10 ekor babi saya yang mati mendadak, diduga kuat akibat virus ASF,” ujarnya. Ia menambahkan, gejala yang muncul pada ternaknya antara lain lemas, tidak mau makan, dan akhirnya mati dalam waktu cepat.
Kasus ini sejalan dengan penyebaran ASF yang telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Penyakit ini diketahui telah menyebar luas bahkan hingga puluhan provinsi, termasuk wilayah NTT, dan menjadi ancaman serius bagi peternak babi karena tingkat kematiannya yang tinggi.
Virus ASF merupakan penyakit menular yang menyerang babi dengan tingkat fatalitas tinggi, namun tidak menular kepada manusia. Meski demikian, dampaknya sangat besar terhadap ekonomi masyarakat, khususnya di daerah seperti Sumba yang menjadikan ternak babi sebagai bagian penting dari budaya dan sumber penghasilan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta segera melaporkan jika ditemukan kasus kematian babi secara mendadak. Pemerintah daerah juga diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebaran lebih luas, sehingga kerugian peternak dapat diminimalkan. (PM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....