Perkembangan Tari Tradisional dan Kontemporer
- 18 Jul 2026 15:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Teri Tradisional dan Tari Kontemporer di Jawa Barat saat ini hadir berdampingan menjadi sebuah cara untuk menarik masyarakat mengenal Tari Sunda. Keduanya memiliki nilai-nilai budaya luhung sebuah karya yang perlu diapresiasi.
Tari Tradisional adalah tari yang tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat secara turun temurun. Bukan hanya sekedar sebuah karya tari, namun didalamnya terkandung nilai budaya, nilai adat istiadat, sejarah dan identitas suatu daerah yang dilakukan dari generasi ke generasi.
Perbedaan dengan Tari Kontemporer dijelaskan oleh Galih Mahara, S.Pd yaitu sebagai Pelaku Seni, Koreografer dan Direktur Artistik Markus Studi Bandung, dalam acara Sorotan Sore di Programa 4 RRI Bandung Sabtu27 Juni 2026. “Tari Kontemporer menurut sudut pandang saya adalah sikap bagaimana perkembangan tari itu dibuat dari unsur tradisional,"jelas Galih Sabtu 18 Juli 2026.
Secara umum tari tradisional masih tetap sebuah pondasi yang menjaga nilai budaya. “Sementara Tari Kontemporer itu berkembang sebagai ruang eksplorasi ataupun merespon perubahan jaman yang menghadirkan gagasan-gagasan baru," lanjut Galih.
Tari Tradisi itu tetap perlu dikembangkan berdasarkan yang lebih relevan bagi masyarakat saat ini. “Jadi menurut saya keduanya tidak saling bertentangan, justru banyak seniman dan koreografer yang menjadikan tradisi sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan Tari Kontemporer.”, lanjut galih.
Kekhawatiran saat ini adalah tentang bagaimana cara agar Seni Tari Sunda, baik Tari Tradisional atau Tari kontemporer bisa tetap dikenal dan disukai oleh generasi muda. “Saat ini peminat tari Tradisional di Jawa barat masih banyak, apalagi sekarang sudah masuk kedalam sebuah akademik dan menjadi materi yang dilombakan.”, lanjut Galih.
Kebebasan dalam Tari Kontemporer adalah sebuah ekspresi yang menentukan sebuah sikap koreografer itu sendiri. “Sikap disini adalah pendapat isu-isu sosial, yang diangkat menjadi sebuah konsep atau gagasan untuk praktik dalam capaian koreografi untuk karya-karyanya.
Saat ini masih banyak yang beranggapan bahwa Tari Tradisional kuno, sementara Tari Kontemporer dianggap lebih moderen. “justru untuk proses tahapan metode penciptaan karya saya khususnya, kontemporer itu adalah perkembangan dari tari-tari Tradisional.
Di Indonesia Tari Kontemporer tidak disebut sebagai koreografi tetapi sebuah gagasan yang diambil dari nilai-nilai budaya tari tradisi. “Terkecuali pengalaman saya ketika mengikuti kegiatan workshop Internasional yang menyebutkan bahwa tari Kontemporer itu adalah sebuah koreografi karena mengacu ke salah satu tokoh dunia yaitu Martagraham, yang mengambil dari koreografi Balet yang juga merupakan sebuah Tari Tradisional yang dikembangkan,"lanjut Galih.
Saat ini perkembangan seni tari lebih menjadi luas karena adanya media sosial, sehingga lebih mudah memperkenalkan seni tari jawa Barat hingga ke Internasional. “Perkembangan adanya media sosial menurut saya menjadi lebih menarik, justru harus menjadi sebuah pendukung untuk berkreativitas.”, pungkas Galih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....