Kesibukan Tak Halangi Perempuan Palu Lestarikan Seni Tari
- 17 Jul 2026 20:22 WIB
- Palu
RRI..CO.ID, Palu – Kesibukan menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga, pekerja, maupun pelaku usaha tidak menyurutkan semangat anggota Komunitas Perempuan Menari Kota Palu untuk terus berkarya melestarikan seni tari. Melalui komunikasi yang intens dan semangat kebersamaan, komunitas yang baru berdiri pada 1 Juli 2026 ini mampu menjaga konsistensi latihan di tengah padatnya aktivitas para anggotanya.
Sekretaris Komunitas Perempuan Menari Kota Palu, Silih Hartadi, S.Pd, mengatakan tantangan terbesar komunitas bukan hanya pada proses latihan, tetapi bagaimana menyatukan waktu dari anggota yang memiliki latar belakang profesi berbeda. Menurutnya, sebagian anggota bekerja sebagai aparatur sipil negara, guru, pelaku usaha, hingga ibu rumah tangga yang memiliki jadwal berbeda setiap harinya.
"Menyamakan waktu latihan memang tidak mudah karena setiap anggota memiliki kesibukan masing-masing. Alhamdulillah, karena kekompakan dan semangat bersama, setiap program latihan maupun pembuatan video dapat terlaksana dengan baik," ujar Silih Hartadi saat menjadi narasumber dalam program Tesa Tokaili di RRI Pro 4 Palu.
Selain persoalan manajemen waktu, komunitas juga melihat masih adanya tantangan bagi perempuan dalam berkesenian. Perempuan dituntut mampu menyeimbangkan tanggung jawab di lingkungan keluarga, pekerjaan, serta tetap menyediakan waktu untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang dihadapi banyak anggota komunitas.
Silih menambahkan, kekuatan utama komunitas terletak pada rasa saling mendukung antarsesama anggota. Ketika ada anggota yang berhalangan hadir, komunikasi tetap berjalan sehingga kegiatan komunitas tidak terhambat. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal utama untuk menjaga eksistensi komunitas sekaligus mengajak lebih banyak perempuan mencintai seni tari sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.
Melalui Komunitas Perempuan Menari Kota Palu, para anggota berharap semakin banyak perempuan berani berkarya tanpa mengabaikan peran dalam keluarga maupun pekerjaan. Komunitas ini juga berkomitmen terus menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi perempuan untuk melestarikan tari tradisional Kaili serta mengembangkan tarian kreasi sebagai bagian dari kekayaan budaya Sulawesi Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....