Tradisi Ruwahan Lestarikan Nilai Spiritual dan Kebersamaan

  • 16 Jul 2026 19:11 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Indonesia memiliki beragam tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki bangsa. Salah satu diantaranya yang masih lestari di berbagai daerah adalah Ruwahan.

Ruwahan merupakan sebuah tradisi yang memadukan nilai religius, kebersamaan, dan penghormatan kepada para leluhur. Secara etimologis, istilah Ruwahan berkaitan dengan kata ruh dalam bahasa Arab yang bermakna jiwa atau arwah.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, Ruwahan menjadi sebutan bagi tradisi mendoakan orang tua dan leluhur. Ruwahan dilaksanakan pada bulan Ruwah atau Sya'ban sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan syukur.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun ini masih dijaga oleh masyarakat di berbagai daerah. Salah satunya yaitu di Desa Tempursari, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Hingga kini Desa Tempursari masih melestarikan tradisi Ruwahan sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan. Meski tata cara pelaksanaannya memiliki ciri khas masing-masing, tujuan utamanya sama, yakni memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan.

Prosesi Ruwahan umumnya diawali dengan ziarah kubur di makam desa yang diikuti oleh seluruh elemen masyarakat. Bersama tokoh agama setempat, warga memanjatkan doa untuk para leluhur sekaligus bergotong royong membersihkan area pemakaman.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berkumpul di masjid atau musala sesuai waktu yang telah disepakati bersama. Warga biasanya membawa tumpeng beserta aneka hidangan sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Setelah salat berjamaah, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan tausiah yang disampaikan oleh kiai atau tokoh agama. Sebagai penutup, tumpeng dibagikan kepada seluruh warga yang hadir sebagai wujud sedekah, kebersamaan, dan ungkapan syukur.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi Ruwahan tetap di hati masyarakat karena mengandung nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat. Melalui tradisi ini, semangat gotong royong, penghormatan kepada leluhur, serta nilai-nilai kebersamaan terus diwariskan dari generasi ke generasi.


google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....