Menyayangi Diri Bukan Egois, Ini Jalan menuju Bahagia Menurut Ajaran Hindu

  • 16 Jul 2026 13:46 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Penyuluh Agama Hindu Ni Ketut Putri Yuniari mengajak umat memaknai kasih kepada diri sendiri sebagai perjalanan spiritual menuju kebahagiaan lahir dan batin melalui siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar pada 15 Juli 2026.
  • Menyayangi diri sendiri bukan sikap egois melainkan cara merawat jasmani dan rohani agar mampu menjadi pribadi penuh cinta kasih dan lebih mudah menebarkan kedamaian kepada orang lain.
  • Manusia memiliki lima dimensi yang perlu dipelihara yaitu dimensi fisik, prana atau energi kehidupan, emosi, mental, dan spiritual yang saling berkaitan dan memengaruhi kualitas kehidupan.

RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli, Ni Ketut Putri Yuniari, mengajak umat Hindu memaknai kasih kepada diri sendiri sebagai bagian dari perjalanan spiritual menuju kebahagiaan lahir dan batin. Menurutnya, mengenali diri merupakan langkah awal untuk membangun kehidupan yang lebih harmonis dengan diri sendiri, keluarga, sesama, dan Tuhan.

Dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Rabu, 15 Juli 2026, , Putri menjelaskan bahwa manusia kerap disibukkan oleh berbagai persoalan hidup, mulai dari tantangan, kewajiban, hingga pergulatan batin yang sering membuat seseorang lupa mengenali dirinya sendiri. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan sejati dapat tumbuh ketika seseorang mampu menerima, memahami, dan menghargai dirinya sebagai anugerah Tuhan.

"Menyayangi diri sendiri bukanlah sikap egois, melainkan cara merawat jasmani dan rohani agar mampu menjadi pribadi yang penuh cinta kasih," ujarnya. Ia mengatakan, seseorang yang mampu mencintai dirinya secara sehat akan lebih mudah menebarkan kedamaian dan kasih sayang kepada orang lain.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Bangli tersebut juga mengutip ajaran Atharwa Weda yang menekankan pentingnya persatuan hati, pikiran, dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi terciptanya hubungan yang harmonis melalui sikap saling menghormati, berbicara dengan lemah lembut, serta menghindari kebencian.

"Mulailah dengan mengenali diri sendiri, karena dari sanalah kebahagiaan dapat bertumbuh," katanya. Menurutnya, kasih kepada diri sendiri harus diwujudkan melalui kebiasaan hidup sehat, menjaga pikiran tetap bersih, mengendalikan emosi, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan.

Putri Yuniari menjelaskan bahwa manusia memiliki lima dimensi yang perlu dipelihara, yakni dimensi fisik, prana atau energi kehidupan, emosi, mental, dan spiritual. Seluruh dimensi tersebut saling berkaitan sehingga kesehatan tubuh akan berpengaruh terhadap ketenangan batin dan kualitas kehidupan seseorang.

"Jagalah tubuh dengan makanan sehat, olahraga yang teratur, serta istirahat yang cukup, karena kesehatan fisik turut memengaruhi kesehatan rohani," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pengendalian napas, emosi, dan pikiran menjadi latihan penting agar manusia mampu menghadapi berbagai persoalan hidup dengan lebih bijaksana.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kelahiran sebagai manusia merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk melaksanakan dharma, mengembangkan kasih sayang, dan memperbaiki diri. Karena itu, setiap orang diajak menerima segala proses kehidupan, baik suka maupun duka, sebagai bagian dari pendewasaan spiritual.

"Mari mulai menyayangi diri dengan menerima diri apa adanya, mengendalikan emosi, dan senantiasa bersyukur atas setiap proses kehidupan," ajak Putri. Ia berharap setiap insan mampu membebaskan diri dari belenggu pikiran negatif sehingga dapat menjalani kehidupan yang damai, penuh syukur, serta semakin dekat dengan tujuan hidup menurut ajaran Hindu, yakni kebahagiaan sejati dan moksa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....