Tahapan Mappese-pese pada Acara Pernikahan Suku Bugis

  • 15 Jul 2026 11:55 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Mappese-pese merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian prosesi pernikahan adat suku Bugis. Secara umum, Mappese-pese adalah proses penyelidikan atau pencarian informasi mengenai calon mempelai perempuan yang dilakukan oleh pihak keluarga laki-laki sebelum melangkah ke tahapan lamaran resmi. Tradisi ini mencerminkan kehati-hatian keluarga dalam memastikan kesesuaian calon pasangan berdasarkan adat, karakter, dan latar belakang keluarga.

Dilansir dari laman bridestory.com. Pada tahap Mappese-pese, keluarga laki-laki biasanya mengutus kerabat dekat atau orang yang dipercaya untuk mencari informasi secara santun dan tidak mencolok. Informasi yang dihimpun meliputi status calon mempelai perempuan, silsilah keluarga, akhlak, pendidikan, hingga kehidupan sehari-harinya. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman serta memastikan bahwa calon mempelai belum terikat hubungan dengan pihak lain.

Tradisi Mappese-pese tidak hanya berfokus pada calon mempelai perempuan, tetapi juga memperhatikan keharmonisan hubungan antarkeluarga. Dalam budaya Bugis, pernikahan dipandang sebagai penyatuan dua keluarga besar, sehingga kecocokan nilai, adat istiadat, dan hubungan kekerabatan menjadi pertimbangan penting. Oleh karena itu, proses ini dilakukan dengan penuh rasa hormat dan menjaga nama baik semua pihak.

Apabila hasil Mappese-pese menunjukkan bahwa calon mempelai perempuan memenuhi harapan keluarga dan belum memiliki ikatan dengan calon lain, maka keluarga laki-laki akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, yaitu Madduta atau penyampaian lamaran secara resmi. Sebaliknya, jika ditemukan kendala tertentu, keluarga biasanya memilih untuk menghentikan proses secara baik-baik tanpa menimbulkan konflik.

Nilai utama yang terkandung dalam Mappese-pese adalah kehati-hatian, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap adat. Masyarakat Bugis meyakini bahwa keputusan yang diawali dengan pertimbangan matang akan menjadi fondasi yang baik bagi kehidupan rumah tangga. Tradisi ini juga menunjukkan pentingnya musyawarah keluarga dalam mengambil keputusan besar.

Di era modern, pelaksanaan Mappese-pese mengalami beberapa penyesuaian. Informasi mengenai calon mempelai kini dapat diperoleh melalui komunikasi langsung maupun media sosial. Meski demikian, banyak keluarga Bugis yang tetap mempertahankan esensi tradisi ini dengan mengedepankan etika, sopan santun, dan komunikasi antarkeluarga sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

Mappese-pese menjadi bukti bahwa adat pernikahan Bugis tidak hanya sarat dengan simbol dan prosesi, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial yang mendalam. Melalui tahapan ini, keluarga berupaya membangun pondasi rumah tangga yang harmonis dengan mengenal calon pasangan secara menyeluruh sebelum memasuki jenjang pernikahan. Nilai-nilai tersebut menjadikan Mappese-pese tetap relevan dan terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya suku Bugis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....