Cucuru Bayao, Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Kaya Cita Rasa

  • 10 Jun 2026 08:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Cucuru Bayao merupakan salah satu kue tradisional khas suku Bugis-Makassar yang dikenal memiliki rasa manis dengan aroma khas telur. Nama "bayao" sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti telur, sesuai dengan bahan utama yang digunakan dalam pembuatannya, yaitu kuning telur dalam jumlah cukup banyak.

Kue tradisional asal Sulawesi Selatan ini memiliki warna kuning keemasan yang menyerupai kuning telur. Selain tampilannya yang khas, aroma dan cita rasanya juga sangat identik dengan telur karena dibuat dari puluhan kuning telur yang dipadukan dengan bahan lainnya.

Cucuru Bayao umumnya disajikan dalam keadaan dingin sehingga memberikan sensasi rasa yang lebih nikmat saat disantap. Meski menjadi salah satu warisan kuliner Bugis-Makassar, kue ini kini cukup sulit ditemukan di toko kue maupun pusat jajanan tradisional.

Biasanya, Cucuru Bayao hadir dalam berbagai rangkaian acara adat masyarakat Bugis-Makassar, terutama pada prosesi pernikahan. Kue ini kerap disajikan dalam acara mappettuada, mappacci, hingga marola sebagai simbol penghormatan kepada tamu dan bagian dari tradisi turun-temurun.

Untuk membuat Cucuru Bayao, bahan utama yang digunakan antara lain kuning telur, kenari, dan margarin. Adonan kemudian dikukus hingga matang sebelum direndam dalam sirup yang terbuat dari gula pasir, margarin, vanili, serta perasan jeruk nipis.

Proses perendaman dalam sirup inilah yang menghasilkan tekstur lembut dengan rasa manis yang khas. Perpaduan antara aroma telur, gurihnya kenari, dan manisnya sirup menjadikan Cucuru Bayao memiliki cita rasa yang unik dan berbeda dari kue tradisional lainnya.

Sebagai salah satu kekayaan kuliner Sulawesi Selatan, Cucuru Bayao tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bugis-Makassar yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....