Mata Uang Nusantara, Alat Tukar Unik yang Digunakan pada Masa Kerajaan
- 15 Jul 2026 08:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Jika kita hendak berbelanja atau melakukan transaksi, saat ini cukup dengan menggesekkan kartu atau menggunakan Qris pada smartphone. Tapi pernah terpikirkan tidak bagaimana nenek moyang kita ratusan tahun lalu melakukan transaksi di pasar sebelum uang rupiah lahir.
Ternyata pada masa kerajaan di Nusantara, masyarakat Indonesia sudah menggunakan sistem keuangan yang sangat maju dengan bentuk mata uang yang sangat unik. Ada yang terbuat dari emas, perak, bahkan mirip alat pemotong kain.
Jauh sebelum mengenal uang, masyarakat Nusantara melakukan transaksi menggunakan sistem barter atau bertukar barang. Namun seiring berkembangnya pelabuhan dagang internasional, kerajaan-kerajaan besar mulai menempa mata uang mereka sendiri.
Seperti Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah, yang menjadi salah satu pelopor yang mengedarkan koin emas dan perak sejak abad ke-9. Koin emas ini dikenal dengan nama koin Masa dan koin perak bernama Ma. Uniknya koin emas buatan Mataram Kuno ini berbentuk kotak atau bulat kecil dengan cetakan gambar bunga teratai di atasnya. Uang logam ini bernilai sangat tinggi dan membuktikan kalau perekonomian lokal zaman dulu sudah diakui oleh para pedagang dari India hingga Tiongkok. Melompat ke Kerajaan Majapahit, sistem militernya yang kuat ternyata diimbangi dengan perputaran uang yang unik. Majapahit menggunakan uang kepeng atau koin tembaga impor dari Tiongkok dalam jumlah masif untuk transaksi sehari-hari masyarakatnya.
Tidak kalah menarik, di Sulawesi tepatnya di Kerajaan Buton, ada mata uang yang sangat ikonik bernama kampua. Uang kampua ini tidak terbuat dari logam melainkan dari selembar kain tenun bermotif khusus yang dibuat oleh para putri istana. Setiap lembar kain kampua punya nilai tukar tersendiri dan menjadi mata uang berbasis kain satu-satunya yang pernah ada di Nusantara.
Namun bagaimanakah nasib mata uang kuno Nusantara ini di masa sekarang? Hari ini koin emas Mataram Kuno, uang kepeng Majapahit, hingga kain kampua dari Buton tidak lagi digunakan sebagai alat belanja melainkan telah bertransformasi menjadi objek numismatik atau barang koleksi bernilai tinggi. Artefak-artefak berharga ini kini disimpan dengan aman di berbagai musim nasional, seperti museum Bank Indonesia.
Bagi para sejarawan dan generasi muda sekarang keberadaan uang kuno ini digunakan sebagai bukti otentik untuk mempelajari perdagangan global, kedaulatan politik kerajaan masa lalu sekaligus tingkat kemakmuran ekonomi nenek moyang kita.
Keragaman mata uang di masa kerajaan adalah bukti kalau Nusantara telah menjadi pusat peradaban dan perdagangan yang maju sejak dahulu kala. Melalui koin dan kain kuno ini kita bisa melihat bahwa kreativitas bangsa Indonesia dalam mengelola ekonomi sudah mengakar kuat lintas zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....