HPI NTT: Masyarakat Adat Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Berkelanjutan

  • 14 Jul 2026 18:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) wajib menempatkan masyarakat adat sebagai aktor utama, bukan sekadar penonton. Hal ini dikatakan Ketua DPD HPI NTT, Ito Pance dalam Obrolan Akamsi RRI Pro 4 Kupang, Senin 13 Juli 2026.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pelaku wisata, pemerintah, dan pemangku adat adalah kunci agar pariwisata menjadi alat penyelamat, bukan perusak budaya asli daerah. Menurut Ito, kekayaan budaya NTT yang sangat beragam dari setiap suku merupakan aset tak ternilai yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Salah satu contohnya adalah tarian perang tradisional Manggarai, yaitu Tari Caci, yang saat ini terus dilestarikan melalui pertunjukan bagi wisatawan yang berkunjung ke kampung-kampung adat. Namun, agar tradisi budaya seperti ini tidak punah dan hanya menjadi tontonan komersial yang hampa makna, ada beberapa hal penting yang menjadi kunci utama seperti edukasi sejak dini bagi generasi muda, seperti anak-anak NTT harus diajarkan menari, menenun, dan memahami nilai-nilai sejarah leluhur sejak kecil agar tumbuh rasa memiliki dan bangga terhadap identitas aslinya.

Rasa bangga inilah yang akan membentengi mereka dari pengaruh negatif budaya luar. Selanjutnya adalah pelibatan tokoh adat sebagai penjaga pintu, dimana tokoh adat adalah kunci penuntun sekaligus "guru" dalam upaya revitalisasi budaya.

Tokoh adat berperan penting agar esensi dan kesucian ritual adat tetap lestari dan tidak hilang tergerus waktu. "Kita tidak bisa menolak kemajuan zaman dan teknologi. Namun, mari kita posisikan keduanya secara seimbang, pertahankan keaslian budaya lokal kita secara kokoh, sembari kita berkolaborasi menyesuaikan diri dengan perkembangan modernisasi," pungkasnya. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....