Simak Peringatan Nasional dan Internasional 14 Juli, Ada Hari Pajak Nasional

  • 14 Jul 2026 15:06 WIB
  •  Nabire
Poin Utama
  • Tanggal 14 Juli 2026 menandai peringatan Hari Pajak Nasional Indonesia dengan tema 'Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh', menekankan pajak sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional dan pembangunan berkelanjutan.
  • Kota Manado merayakan Hari Jadinya pada 14 Juli, merujuk pada tahun 1623 ketika nama Manado pertama kali tercatat dalam dokumen resmi pada masa pemerintahan kolonial.
  • Revolusi Prancis dimulai dengan penyerbuan Penjara Bastille pada 14 Juli 1789, melahirkan semboyan Liberté, Égalité, Fraternité yang berpengaruh besar terhadap perkembangan demokrasi global.
  • Hari Kesadaran Hiu Internasional pada 14 Juli mengajak masyarakat untuk memahami peran hiu sebagai predator puncak dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut yang terancam punah akibat penangkapan berlebihan dan perubahan iklim.

RRI.CO.ID, Nabire - Tanggal 14 Juli menjadi momentum penting yang diperingati di Indonesia maupun berbagai negara di dunia. Beragam peringatan yang jatuh pada hari ini tidak hanya mencerminkan perjalanan sejarah suatu bangsa, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya kontribusi terhadap negara, penghormatan terhadap perjuangan kemerdekaan, pelestarian lingkungan, hingga pembangunan daerah.

Berikut sejarah lengkap empat peringatan yang diperingati setiap 14 Juli:

1. Hari Pajak Nasional (Indonesia)

Pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan nasional. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pajak, Indonesia memperingati Hari Pajak Nasional setiap tanggal 14 Juli.

Peringatan ini pertama kali ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-313/PJ/2017 yang diterbitkan pada 22 Desember 2017. Penetapan tanggal 14 Juli mengacu pada peristiwa bersejarah saat sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 14 Juli 1945, ketika kata "pajak" pertama kali dicantumkan dalam rancangan Undang-Undang Dasar. Pada Pasal 23 rancangan tersebut ditegaskan bahwa "Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang." Momen ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perpajakan Indonesia.

Hari Pajak Nasional pertama kali diperingati pada 14 Juli 2018 dan sejak saat itu menjadi agenda tahunan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sekaligus sarana edukasi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Untuk peringatan Hari Pajak 2026, Direktorat Jenderal Pajak mengusung tema resmi "Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh". Tema tersebut menegaskan bahwa pajak merupakan fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, membiayai pembangunan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat gotong royong.

2. Hari Jadi Kota Manado

Hari Jadi Kota Manado diperingati setiap 14 Juli. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahir Kota Manado dengan mengacu pada tahun 1623, yang merupakan tahun pertama nama "Manado" tercatat dan digunakan dalam surat-surat resmi pada masa pemerintahan kolonial. Penetapan ini menjadi simbol perjalanan panjang sejarah ibu kota Provinsi Sulawesi Utara.

Penetapan 14 Juli 1623 sebagai Hari Jadi Kota Manado merupakan hasil perpaduan tiga unsur sejarah. Angka 14 diambil dari semangat heroik Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946, ketika masyarakat Sulawesi Utara berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bulan Juli mengacu pada terbitnya keputusan Besluit Gubernur Jenderal pada Juli 1919 yang menetapkan Manado sebagai Staatgemeente (kota praja). Sementara tahun 1623 dipilih berdasarkan bukti historis penggunaan nama Manado dalam dokumen resmi.

Hari Jadi Kota Manado pertama kali diperingati secara resmi pada 14 Juli 1989, bertepatan dengan usia kota yang ke-367. Sejak saat itu, pemerintah dan masyarakat Manado secara rutin memperingatinya melalui berbagai kegiatan budaya, pembangunan, serta refleksi atas perjalanan sejarah kota.

3. Hari Bastille (Prancis)

Sementara itu di Eropa, tanggal 14 Juli menjadi hari paling bersejarah bagi rakyat Prancis melalui peringatan Hari Bastille atau La Fête Nationale. Peringatan ini mengenang peristiwa penyerbuan Penjara Bastille di Paris pada 14 Juli 1789 yang menjadi simbol runtuhnya kekuasaan absolut monarki dan awal Revolusi Prancis.

Pada akhir abad ke-18, rakyat Prancis menghadapi krisis ekonomi, tingginya pajak, serta ketimpangan sosial yang tajam. Penjara Bastille, yang saat itu digunakan sebagai penjara negara, dipandang sebagai lambang kekuasaan sewenang-wenang Raja Louis XVI. Penyerbuan oleh warga Paris bertujuan memperoleh persenjataan sekaligus menunjukkan perlawanan terhadap pemerintahan monarki.

Peristiwa tersebut menjadi titik balik dalam sejarah Prancis. Revolusi yang menyusul melahirkan gagasan kebebasan, persamaan, dan persaudaraan (Liberté, Égalité, Fraternité), yang kemudian menjadi semboyan nasional Prancis dan memberi pengaruh besar terhadap perkembangan demokrasi serta hak asasi manusia di berbagai negara.

Sejak tahun 1880, tanggal 14 Juli secara resmi ditetapkan sebagai hari nasional Prancis. Setiap tahunnya, peringatan Hari Bastille dirayakan dengan parade militer di Champs-Élysées, pertunjukan kembang api, konser, dan berbagai kegiatan budaya yang diikuti masyarakat di seluruh Prancis.

4. Hari Kesadaran Hiu Internasional

Hari Kesadaran Hiu Internasional (Shark Awareness Day) diperingati setiap 14 Juli sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hiu dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut serta perlunya upaya konservasi terhadap spesies yang semakin terancam.

Peringatan ini mulai dikenal melalui berbagai organisasi konservasi laut dan komunitas lingkungan pada awal tahun 2000-an. Meski tidak memiliki satu pencetus resmi, Shark Awareness Day berkembang sebagai kampanye global untuk mengedukasi masyarakat mengenai peran hiu sebagai predator puncak yang membantu menjaga kesehatan rantai makanan di lautan.

Selama bertahun-tahun, populasi hiu di berbagai belahan dunia terus menurun akibat penangkapan berlebihan, perdagangan sirip hiu (shark finning), hilangnya habitat, serta dampak perubahan iklim. Kondisi tersebut mendorong berbagai lembaga konservasi, pemerintah, dan komunitas internasional untuk memperkuat perlindungan terhadap spesies hiu melalui penelitian, edukasi, dan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

Hari Kesadaran Hiu Internasional juga menjadi kesempatan untuk meluruskan anggapan bahwa hiu semata-mata merupakan hewan berbahaya. Sebagian besar spesies hiu tidak membahayakan manusia dan justru memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut yang sehat. (Falen Nelwan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....