Harga Telur Ayam Kembali Melonjak Naik Tembus 27 Ribu per Kilogram
- 08 Jul 2026 12:13 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Grafik harga komoditas telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional terpantau kembali mengalami tren kenaikan. Saat ini, harga jual telur ayam ras merangkak naik hingga menyentuh angka kisaran Rp27.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat bertahan di koridor harga yang relatif lebih rendah.
Fluktuasi kenaikan harga ini mulai dikeluhkan, baik oleh kalangan pedagang eceran maupun masyarakat luas yang mengandalkan telur sebagai salah satu sumber protein dan kebutuhan pokok harian.
Sejumlah pedagang di pasar mengungkapkan bahwa draf kenaikan harga ini secara makro dipengaruhi oleh pembengkakan biaya distribusi transportasi serta pasokan dari tingkat peternak yang belum sepenuhnya berada pada posisi stabil. Di sisi lain, kurva permintaan konsumen yang terus menunjukkan tren peningkatan di pasar domestik turut andal memicu pergerakan harga ke zona progresif.
Bagi kluster ibu rumah tangga, lonjakan harga telur ini tentu memberikan tekanan tambahan pada pos pengeluaran anggaran belanja harian. Meski demikian, komoditas telur ayam ras dinilai masih menjadi opsi sumber protein yang relatif paling terjangkau dan ekonomis jika dibandingkan dengan komoditas pangan hewani lainnya seperti daging sapi atau ayam segar.
Para pelaku usaha dan pedagang di pasar sangat berharap agar skema harga telur ini dapat kembali melandai dan stabil dalam waktu dekat, sehingga daya beli masyarakat dapat tetap terstimulasi dengan baik. Sementara itu, konsumen diimbau untuk lebih bijak dalam mengatur pola belanja harian sesuai skala kebutuhan ril keluarga agar manajemen finansial rumah tangga tetap terkendali.
Pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait diharapkan dapat terus melakukan monitoring berkala terhadap pergerakan draf harga bahan pokok penting (bapoking) di lapangan, sekaligus mengawal kelancaran jalur rantai pasok (supply chain). Sinergi pengawasan ini krusial dilakukan guna mereduksi potensi lonjakan harga yang lebih ekstrem serta menjamin ketersediaan pangan masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan. (tim)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....