Harmoni Lesung Tradisional Kesenian Gondang Sunda
- 06 Jul 2026 11:28 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Masyarakat agraris Sunda memiliki cara unik dalam merayakan siklus pertanian, salah satunya melalui kesenian Gondang. Seni tradisional ini lahir dari aktivitas menumbuk padi pasca-panen menggunakan lesung (wadah kayu panjang) dan halu (tongkat kayu penumbuk).
Alih-alih menjadi pekerjaan yang menjemukan, kegiatan ini bertransformasi menjadi pertunjukan ritmik yang meriah. Gondang bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan simbol rasa syukur sekaligus ungkapan penghormatan kepada Nyi Pohaci Sanghyang Asri, dewi padi dalam mitologi Sunda.
Atraksi utama kesenian Gondang terletak pada kepiawaian para pemain, yang mayoritas adalah perempuan, dalam memainkan ketukan. Ketika tongkat-tongkat kayu dihantamkan ke dalam dan ke pinggiran lesung, terciptalah kombinasi suara dentuman yang dinamis dan bertenaga.
Nada-nada perkusi alami dari kayu ini, berpadu selaras dengan lantunan lagu-lagu rakyat (kawih) yang dinyanyikan bersama secara riang gembira. Dalam perkembangannya, kesenian Gondang tidak lagi hanya digelar di pelataran lumbung padi setelah panen raya.
Seni pertunjukan ini telah naik kelas menjadi bagian penting dalam berbagai upacara adat besar, seperti Seren Taun, pesta pernikahan, hingga penyambutan tamu kehormatan. Busana yang dikenakan para pemainnya pun khas, biasanya menggunakan kain kebaya kutubaru atau baju kampret, lengkap dengan kain samping batik Sunda.
| Baca juga: Pesona Kembar Curug Sanghyang Taraje Garut |
Lebih dari sekadar estetika bunyi, Gondang memuat nilai sosial yang sangat kental, terutama gotong royong dan kebersamaan. Menumbuk padi di dalam satu lesung panjang menuntut keselarasan gerak dan tenggang rasa antar-pemain agar halu tidak saling berbenturan.
Melalui seni ini, sekat-sekat sosial di dalam masyarakat melebur menjadi tawa dan canda. Ketukan lesung yang serempak menjadi cerminan bahwa denyut nadi kehidupan masyarakat Sunda selalu bergerak dalam harmoni kekeluargaan yang erat.
Kini, di tengah gempuran modernisasi dan mesin penggilingan padi elektrik, eksistensi kesenian Gondang menjadi pengingat penting akan akar budaya leluhur. Beberapa komunitas adat di Jawa Barat masih merawat tradisi ini dengan konsisten agar tidak punah ditelan zaman.
Gondang membuktikan bahwa perkakas kerja yang paling sederhana pun, jika disentuh dengan rasa seni dan kebersamaan, mampu melahirkan mahakarya budaya. Seni ini akan selalu menjadi bagian dari identitas Sunda yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....