Bisnis Berkah dalam Hindu: Untung tanpa Meninggalkan Dharma
- 24 Jun 2026 10:40 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM dalam perspektif Hindu tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga sebagai bagian dari pelaksanaan Dharma atau jalan kebenaran dalam kehidupan.
Penyuluh Agama Hindu Kementrian Agama Kota Denpasar, Ida Ayu Made Purnamaningsih menyampaikan bahwa setiap usaha yang dijalankan harus berlandaskan nilai kebaikan, kejujuran, serta tanggung jawab agar hasil yang diperoleh membawa manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.
“Apapun bisnis yang kita lakukan harus berlandaskan ajaran Dharma, yaitu kebenaran,” ujar Purnamaningsih dalam program Siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Rabu 24 Juni 2026. Ia menjelaskan, dalam ajaran Hindu, pencapaian materi atau Arta merupakan bagian dari Catur Purusa Arta yang harus berjalan selaras dengan Dharma, Kama, dan Moksa.
Menurutnya, kesuksesan dalam bisnis tidak hanya ditentukan oleh modal dan strategi, tetapi juga oleh niat yang baik, kerja keras, serta menjalankan usaha sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki. “Usaha yang bagus adalah usaha yang dieksekusi dan dikerjakan, bukan hanya usaha yang terus dipikirkan tetapi tidak pernah dijalankan,” ungkapnya.
Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut juga mengingatkan bahwa kejujuran menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan pelanggan dan keberlangsungan usaha. Dalam pandangan Hindu, kekayaan yang diperoleh melalui cara yang benar memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan harta yang didapat melalui tindakan curang.
Selain mengedepankan etika bisnis, Purnamaningsih menekankan pentingnya penerapan konsep Tri Hita Karana dalam dunia usaha, yakni menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. “Kalau kita mencintai lingkungan, kita merawat lingkungan, lingkungan pun juga akan menjaga kita,” katanya.
Ia menjelaskan, hubungan dengan Tuhan diwujudkan melalui niat suci dan doa sebelum menjalankan usaha, hubungan dengan sesama diwujudkan melalui kerja sama serta menjaga relasi baik dengan pelanggan, pemasok, dan pelaku usaha lainnya. Sementara hubungan dengan alam diwujudkan melalui bisnis yang ramah lingkungan dan tidak melakukan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam.
Dalam etika bisnis Hindu yang bersumber dari ajaran Bhagavad Gita, pelaku usaha juga diajarkan untuk bekerja tanpa keterikatan terhadap hasil, tetapi tetap fokus pada proses yang benar. “Kerjakan saja dulu, nanti hasil akan mengikuti, fokus pada proses yang benar,” ucap Purnamaningsih.
Ia menambahkan, pelaku UMKM perlu menghindari sifat serakah, malas, serta tindakan tidak jujur dalam menjalankan usaha. Melalui kerja yang tulus, disiplin, dan berlandaskan Dharma, bisnis dapat menjadi jalan mencapai kemakmuran sekaligus memberikan pengabdian kepada masyarakat dan alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....