Mengapa Merawat Diri Menjadi Kewajiban Spiritual Umat Hindu?

  • 24 Jun 2026 10:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Merawat diri tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri sebagai ciptaan Tuhan. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ida Ayu Rara Angga Diatmi, dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Senin, 22 Juni 2026.

Menurutnya, ajaran Hindu memandang tubuh sebagai wadah suci bagi Atman atau percikan Tuhan yang bersemayam dalam diri manusia. Oleh karena itu, menjaga kesehatan dan kebersihan diri merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual setiap individu.

“Merawat diri adalah cara kita menghargai diri sebagai ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Rara. Ia menjelaskan bahwa tubuh bukan sekadar jasmani, melainkan sarana untuk menjalankan dharma dan melakukan berbagai kebaikan dalam kehidupan.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut mengatakan masih banyak orang yang menganggap merawat diri sebagai bentuk keegoisan atau kesombongan. Padahal, dalam perspektif Hindu, merawat diri merupakan upaya menjaga keseimbangan fisik, mental, dan spiritual agar seseorang dapat menjalankan kewajibannya dengan baik.

“Merawat diri bukan egois, merawat diri adalah tanggung jawab,” katanya. Ia menambahkan bahwa seseorang yang mengabaikan dirinya sendiri berisiko mengalami kelelahan fisik maupun batin yang dapat memengaruhi hubungan dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

Dalam pemaparannya, ia juga menyinggung konsep saucam atau kesucian lahir dan batin yang menjadi salah satu nilai penting dalam ajaran Hindu. Kesucian tersebut diwujudkan melalui kebiasaan menjaga kebersihan tubuh, mengonsumsi makanan sehat, serta mengendalikan pikiran dari sifat iri, dengki, dan kebencian.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga mendapat perhatian dalam ajaran Hindu. Pikiran yang sehat dan terkendali dinilai menjadi kunci untuk menjalankan dharma serta mencapai kehidupan yang harmonis.

“Merawat diri secara mental berarti tidak merendahkan diri sendiri dan tidak terus-menerus menyalahkan diri sendiri,” tuturnya. Ia mengajak umat Hindu untuk meluangkan waktu melakukan meditasi, sembahyang dengan penuh kesadaran, serta belajar memaafkan diri atas kesalahan di masa lalu.

Lebih lanjut, Rara mengaitkan pentingnya merawat diri dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Menurutnya, hubungan harmonis dengan diri sendiri juga perlu dijaga agar seseorang mampu membangun hubungan yang baik dengan lingkungan sekitarnya.

“Kita tidak bisa menjadi cahaya bagi keluarga jika cahaya dalam diri kita padam,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa merawat diri merupakan salah satu bentuk dharma karena membantu manusia menjaga kesehatan, kebahagiaan, dan kualitas hidupnya.

Melalui siaran tersebut, masyarakat diajak untuk mulai memberikan perhatian kepada diri sendiri tanpa rasa bersalah. Merawat diri dapat dilakukan melalui langkah sederhana seperti beristirahat yang cukup, menjaga pola makan sehat, memperbanyak rasa syukur, dan meluangkan waktu untuk menenangkan pikiran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....