Nostalgia di Rumah Pitung: Potret Warga Melihat Transformasi Budaya Marunda

  • 02 Jun 2026 10:52 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, Jakarta – Kawasan cagar budaya Rumah Pitung di Marunda, Jakarta Utara, tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga menyimpan memori mendalam bagi warga sekitarnya. Firmansyah (50), seorang warga Sukapura, Cilincing, membagikan kisahnya saat berkunjung kembali ke situs bersejarah tersebut setelah sekian lama.

Dalam wawancara di lokasi, Firmansyah mengenang masa-masa awal kunjungannya ke Rumah Pitung sebelum mengalami renovasi besar-besaran. Menurutnya, suasana dulu terasa jauh lebih sederhana dan alami. “Dulu bangunannya belum seperti ini, masih asli banget. Belum ada teras keramik di bawahnya. Harga tiket masuknya pun dulu hanya Rp5.000,” kenang Firmansyahketoka ditemu RRI Jakarta, Senin 1 Juni 2026.

Kini, meski harga tiket masuk telah disesuaikan menjadi Rp20.000, Firmansyah mengaku tidak keberatan. Ia justru mengapresiasi upaya pemerintah dalam merawat dan meningkatkan fasilitas di kawasan tersebut. Pembangunan pagar keliling dan peninggian lahan dianggap sebagai langkah tepat untuk melindungi bangunan kayu bersejarah itu dari ancaman banjir rob yang sering melanda pesisir Marunda.

“Sekarang fasilitasnya lebih mewah dan bersih. Penataannya bagus, ada pagar supaya tidak gampang kena banjir kalau air laut pasang. Menurut saya, perawatannya sudah luar biasa,” tambahnya.

Bagi Firmansyah, Rumah Pitung adalah tempat pelarian yang nyaman dari hiruk-pikuk kota. Lokasinya yang berada di pinggir laut dengan hembusan angin sepoi-sepoi memberikan ketenangan tersendiri bagi dirinya dan keluarga.

Lebih dari sekadar tempat rekreasi, kunjungan Firmansyah juga didasari rasa hormat terhadap sejarah perjuangan pahlawan lokal. Ia percaya bahwa menjaga kelestarian Rumah Pitung adalah cara penting untuk menghargai jasa para pejuang masa lalu.

“Sangat bahagia melihat bangunan bersejarah seperti ini masih bertahan. Tanpa perjuangan mereka (pahlawan), kita tidak akan ada sekarang ini. Jadi, wajib bagi kita untuk mengenal dan menjaga sejarah ini,” ujarnya.

Meski suasana pada hari kerja cenderung lebih sepi dibandingkan akhir pekan, Firmansyah berharap Rumah Pitung tetap menjadi ikon kebanggaan warga Jakarta yang terus terjaga keasliannya di tengah modernisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....