Karnaval Binokasih Jadi Agenda Tahunan Jawa Barat

  • 29 Apr 2026 20:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Karnaval Binokasih akan dijadikan agenda tahunan dan digelar lintas daerah. Karnaval ini diproyeksikan menjadi ikon budaya tingkat provinsi, bukan sekadar perhelatan lokal.

Tradisi Keraton Sumedang yang menjadi asal mula Karnaval Binokasih kini diangkat sebagai agenda bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar gaungnya lebih luas dan berdampak. “Rencana dimulai tanggal 2 Mei di Sumedang. Nanti diintegrasikan dengan Pemprov supaya gaungnya lebih besar,” ujar Dedi, Rabu 29 April 2026.

Rangkaian karnaval akan bergerak dari satu daerah ke daerah lain dengan membawa narasi sejarah dan budaya Sunda. Dimulai 2 Mei di Sumedang, berlanjut 3 Mei di Kawali, Kabupaten Ciamis, yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Sunda Kawali. Selanjutnya menuju Kampung Naga di Tasikmalaya, lalu ke Cianjur dengan titik akhir di gedung keresidenan, bekas ibu kota Priangan pada masa lalu.

Perjalanan diteruskan ke Bogor dengan rute Batutulis hingga Kebun Raya Bogor. Setelah jeda satu hari, karnaval akan terintegrasi dengan peringatan Hari Jadi Kota Depok, menonjolkan kawasan heritage peninggalan Belanda. Dari Depok, rombongan bergerak ke Karawang menuju Pesantren Syekh Quro, sebelum mencapai puncak acara di Cirebon, dari Bale Jayadewata hingga Kesultanan Kasepuhan.

“Itu mengenang sejarah. Jadi ada alurnya. Sampai ke Kesultanan Kasepuhan,” ungkap Dedi.

Selain mengangkat nilai budaya, Dedi menekankan pentingnya kesadaran kolektif menjaga lingkungan. “Daerah yang terlewati harus bersih. Setelah itu pasti ada program pembangunannya,” katanya.

Sejumlah kawasan yang dilalui karnaval akan mendapat perhatian pembangunan, mulai dari renovasi Keraton Sumedang, penataan Kawali, peningkatan fasilitas wisata di Kampung Naga, hingga penguatan daya dukung situs sejarah di Cianjur, Depok, Karawang, dan Cirebon. Dampak kegiatan ini diharapkan tidak hanya pada sektor budaya, tetapi juga penataan infrastruktur dan lingkungan.

“Pokoknya Jawa Barat nanti yang bersih bukan hanya Kota Bandung, seluruh wilayah Jawa Barat harus bersih,” tegas Dedi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....