Teater Musikal Ken Arok Sukses Pukau Bandung
- 14 Apr 2026 10:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Aura magis Kerajaan Singasari menghidupkan panggung Gedung Kesenian Sunan Ambu, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Pertunjukan teater musikal bertajuk "Ken Arok" sukses digelar pada Sabtu, 11 April 2026, dengan menghadirkan naskah fenomenal karya sastrawan besar Saini KM.
Dalam dialog sore di 97,6 FM RRI Pro 1 Bandung pada Minggu 12 April 2026 sutradara pementasan, Shendi Septiandi, berbagi kisah di balik layar bersama presenter Bilal Wibisono. Shendi mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat Bandung pencinta teater cukup tinggi, terbukti dari dua sesi pertunjukan yang dipadati penonton dari latar belakang berbeda.
"Alhamdulillah pertunjukan kemarin berlangsung lancar. Kami tampilkan satu hari dua kali pementasan. Sesi pertama ada dipukul 13.00 dan di sesi kedua pukul 19.00. Setiap sesi diisi oleh penonton yang berbeda – beda . Yang pertama apresiatornya mengambil kalangan pelajar, yaitu kalangan pelajar SMP, SMA dan mahasiswa, sementara sesi terakhir mengundang budayawan dan seniman yang ada di Kota Bandung untuk menyaksikan teater musikal Ken Arok " ujar Shendi melalui sambungan telepon.
Pementasan yang dibawakan oleh Teater Bandung Selatan ini melibatkan produksi skala besar. Shendi menyebutkan sedikitnya ada 29 aktor yang naik ke atas panggung, didukung oleh lebih dari 50 kru di balik layar, mulai dari penata musik, cahaya, hingga artistik. Shendi menjelaskan bahwa pemilihan naskah 'Ken Arok' bukan sekadar menceritakan sejarah Tumapel, melainkan sebuah eksplorasi mendalam tentang karakter manusia.
"Naskah ini berbicara tentang bagaimana persoalan ambisius, persoalan kepercayaan, dan persoalan tahta. Ken Arok adalah salah satu naskah fenomenal dari Pak Saini KM, tokoh teater sekaligus sastrawan yang muatannya naskahnya sangat kental dengan budaya Jawa masa lampau. Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa ambisi itu hadir karena adanya kesempatan, dan dosa atau karma itu nyata. Seseorang tidak bisa nego atau mengelak dari karma dengan cara apa pun," tegasnya.
Menutup perbincangan, Shendi membocorkan rencana masa depan Teater Bandung Selatan. Setelah konsisten menggarap naskah-naskah Timur yang kental dengan kultur Nusantara, mereka berencana mendobrak batasan dengan mengadaptasi lakon-lakon klasik Barat. "Kami sedang membuka wacana tentang obrolan naskah-naskah luar atau Barat. Selama ini Teater Bandung Selatan selalu dominan memainkan naskah timur, naskah yang kental kultur dan budaya di Nusantara. Kita akan mencoba naskah-naskah lakon yang berasal dari Barat seperti Romeo and Juliet atau cerita-cerita klasik lainnya," pungkas Shendi.
Kesuksesan teater musikal Ken Arok, tidak lepas dari perhatian berbagai pihak, termasuk dukungan dari Anggota Komisi VII DPR RI, Eva Monalisa, yang turut memberikan dukungan terhadap pelestarian seni budaya melalui pementasan ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....