Saraswati Puja di Pura Agung Jagatnatha Ramai Pemedek
- 04 Apr 2026 14:12 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Saraswati Puja di Pura Agung Jagatnatha Denpasar berlangsung dalam suasana khusyuk Sabtu, 4 April 2026. Para umat Hindu yang didominasi siswa siswi di Kota Denpasar terus berdatangan untuk melaksanakan persembahyangan memuja keagungan Sang Hyang Aji Saraswati sebagi simbol Dewi Ilmu Pengetahuan.
Prosesi Saraswati puja dipuput Ida Pedanda Gede Putra Tunjung Kuning, dari Griya Bungsu Tunjung Kuning, Pemogan Denpasar. Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama OPD di Lingkungan Pemkot Denpasar juga hadir langsung melaksanakan Saraswati Puja di Pura Agung Jagatnatha.

Seusai prosesi persembahyangan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan ungkapan syukur. Pada momentum Hari Suci Saraswati ini, Walikota mengenang sosok salah satu bujangga besar di Kota Denpasar yakni Alm. Ida Pedanda Made Sidemen yang mengajarkan umat untuk selalu memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan.
“Kita bersyukur memiliki satu bujangga yang besar Alm. Ida Pedanda Made Sidemen. Banyak karya-karya sastra beliau yang bermanfaat, salah satu tulisan beliau kalau kita tidak memiliki sawah dan ladang maka bekali diri dengan ilmu pengetahuan agar bermanfaat bagi masyarakat. Jadi meski tidak ada sawah dan ladang untuk ditanam, maka tanamilah diri kita dengan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
I Gusti Ngurah Jaya Negara juga mengajak generasi muda agar pada momentum Hari Suci Saraswati ini juga meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan salah satunya dengan mengolah sampah dari sumbernya, dan mengurangi penggunaan plastik. Sementara itu Sekaa Santi Tim Penyuluh Lapangan Agama Hindu (TPLAH) Kota Denpasar Made Suparta Wijaya juga mengingatkan generasi muda untuk kembali mencintai sastra Bali Masanti atau Magegitan.
“Mari bersama-sama sikapi, kalau perlu adakan diskusi apa sih Saraswati itu, kenapa bertangan empat, kenapa disebut Aji Saraswati, kenapa tidak meme Saraswati, itu yang perlu didalami generasi muda,” ungkapnya.

Dalam perayaan Hari Suci Saraswati ini, TPLAH Kota Denpasar juga rutin menyelenggarakan kegiatan rembug sastra untuk membedah nilai-nilai suci yang terkandung dalam pustaka dan sastra-sastra di Bali. Made Suparta Wijaya juga berharap ke depan Pemerintah dan para pemangku kepentingan selalu mendukung dan menjaga kelestarian sastra Bali, melalui aturan dan kebijakan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....