Pura Pasar Agung di Lereng Gunung Agung Sarat Nilai Spiritual
- 04 Jun 2026 08:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kawasan Gunung Agung selama ini dikenal sebagai lokasi berdirinya Pura Besakih yang berada di kaki gunung. Namun, selain pura terbesar di Bali tersebut, terdapat pula Pura Pasar Agung yang memiliki daya tarik tersendiri sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat bagi umat Hindu di Bali.
Pura Pasar Agung yang juga dikenal dengan nama Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir terletak di lereng selatan Gunung Agung, tepatnya di kawasan hutan lindung Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Keberadaannya di kawasan pegunungan menjadikan pura ini memiliki suasana yang asri dan jauh dari hiruk-pikuk permukiman penduduk.
Secara adat, Pura Pasar Agung diempon oleh 27 desa adat yang berada di wilayah Kecamatan Selat. Pura ini memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Hindu dan menjadi salah satu destinasi persembahyangan yang ramai dikunjungi pemedek, terutama pada hari-hari suci keagamaan.
Untuk mencapai area utama pura, pemedek harus berjalan kaki dari area parkir dengan melewati jalur anak tangga sejauh kurang lebih 300 meter. Kondisi jalan menuju lokasi masih memerlukan kehati-hatian karena terdapat sejumlah titik jalan aspal yang berlubang.
Perjalanan menuju pura biasanya ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit. Setibanya di jaba pura, pengunjung akan disambut udara pegunungan yang sejuk dan panorama alam yang memukau. Berada pada ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut, posisi pura yang berada di antara kaki dan puncak Gunung Agung menawarkan pemandangan alam yang indah serta suasana yang tenang.

Pura Pasar Agung memiliki orientasi menghadap utara dan selatan. Lingkungan sekitarnya masih sangat alami dengan hamparan pepohonan yang rindang sehingga menciptakan nuansa hening dan damai yang mendukung kekhusyukan umat saat bersembahyang.
Selain sebagai tempat suci umat Hindu, kawasan Pura Pasar Agung juga kerap menjadi titik awal pendakian menuju puncak Gunung Agung. Banyak pendaki memilih memulai perjalanan dari lokasi ini karena jalur yang ditempuh relatif lebih singkat dibandingkan jalur pendakian lainnya.
Keberadaan Pura Pasar Agung juga tercatat dalam sejumlah lontar dan naskah kuno Bali, di antaranya Babad Gunung Agung, Lontar Rajapurana, Sesana Candi Supralingga Buana, Lontar Parwa Adigama, Lontar Prakempa, dan Lontar Bhisama. Hal tersebut menunjukkan bahwa pura ini memiliki nilai historis dan spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam tradisi masyarakat Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....