Museum Batak Raya, Wadah Produktif Pengembangan UMKM Berbasis Budaya
- 25 Mar 2026 10:24 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Museum Batak Raya menjadi sorotan dalam Program Apresiasi Budaya Batak Pro 4 RRI Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. Dalam wawancara via telepon yang dipandu host Dermawan Ismail, narasumber Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos, MM, M.H yang menjabat sebagai Ketua Departemen UMKM Batak Center menekankan pentingnya museum sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Ia menyebut, Museum Batak Raya bukan hanya ruang penyimpanan sejarah, tetapi juga wadah produktif bagi pengembangan UMKM berbasis budaya.
Menurut Binton, kehadiran Museum Batak Raya memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif. Ia menyoroti bahwa produk-produk khas Batak seperti ulos, ukiran, hingga kuliner tradisional dapat dipromosikan secara lebih luas melalui ekosistem museum.
“Museum ini harus menjadi etalase budaya yang hidup, di mana UMKM lokal bisa tumbuh dan dikenal lebih luas,” ujarnya.
| Baca juga: Warisan Pejuang Dalam Darah Perempuan Batak |
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM menjadi kunci keberhasilan Museum Batak Raya. Dengan konsep yang terintegrasi, pengunjung tidak hanya mendapatkan edukasi sejarah, tetapi juga pengalaman langsung melalui produk dan karya masyarakat. Hal ini dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan budaya Batak di tengah arus modernisasi.
Binton juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga pelaku usaha. Ia berharap adanya pelatihan, pendampingan, dan akses pasar yang lebih luas bagi UMKM Batak agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, Museum Batak Raya dapat menjadi pusat kolaborasi yang mempertemukan berbagai potensi tersebut dalam satu ruang yang terarah dan berkelanjutan.
| Baca juga: Festival Walet Emas 2026 |
Menutup perbincangan, Binton optimistis bahwa Museum Batak Raya akan menjadi ikon budaya sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat Batak. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung keberadaan museum ini agar tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga motor penggerak kemajuan UMKM dan pelestarian budaya.
Program yang dipandu Dermawan Ismail itu pun menjadi pengingat bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan untuk masa depan yang lebih kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....