Menjaga Hati agar Tak Kehilangan Arah di Era Serba Cepat

  • 18 Jul 2026 10:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Kemajuan teknologi dan ritme kehidupan yang semakin cepat membuat banyak orang fokus mengejar berbagai pencapaian. Namun, di tengah kesibukan tersebut, menjaga hati justru menjadi hal yang tidak boleh diabaikan karena hati menjadi pusat yang menentukan sikap, niat, hingga perilaku seseorang.

Hal itu disampaikan Dosen Akidah dan Filsafat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Kurniasari Wiwaha, M.Ag., dalam program Tasbih (Tetap Asah dan Bimbing Hati) Pro 2 RRI Purwokerto. Menurutnya, dalam Islam hati atau qalbun bukan sekadar perasaan, melainkan pusat moralitas manusia.

"Hati adalah pusat iman, niat, hidayah, dan moralitas. Ketika hati bersih, perbuatan yang lahir juga akan baik. Sebaliknya, ketika hati kotor, perilaku seseorang ikut terpengaruh," ujarnya.

Kurniasari menjelaskan, setiap orang sebenarnya mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Namun, tidak sedikit yang tetap melakukan kesalahan karena lebih mengikuti hawa nafsu dibandingkan suara hati. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan hati agar tetap menjadi penuntun dalam bertindak.

Menurutnya, membersihkan hati dapat dimulai dengan melakukan evaluasi diri atau muhasabah. Salah satu caranya ialah mengenali kebiasaan buruk yang masih dimiliki, kemudian berusaha memperbaikinya secara bertahap, disertai istigfar dan memperbanyak zikir.

"Tidak harus langsung berubah semuanya. Mulailah dengan memperbaiki beberapa kebiasaan buruk secara konsisten. Setelah itu, isi diri dengan kebiasaan-kebiasaan baik," katanya.

Ia menambahkan, hati yang terjaga akan melahirkan akhlak yang baik. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga oleh lingkungan sekitar. Seseorang yang memiliki akhlak baik cenderung menghadirkan ketenangan dan energi positif bagi orang lain.

Di tengah kehidupan yang serba cepat, Kurniasari juga mengingatkan pentingnya meluangkan waktu untuk berdialog dengan diri sendiri. Menurutnya, banyak orang menjalani rutinitas secara otomatis tanpa benar-benar memahami tujuan hidup yang ingin dicapai.

"Sesekali berhentilah dan bertanya kepada diri sendiri, apa tujuan hidup kita dan apakah hati kita masih dekat dengan Allah," ungkapnya.

Menutup dialog, Kurniasari mengajak masyarakat untuk tidak larut dalam cepatnya perubahan zaman hingga melupakan kondisi hati.

"Kita mungkin tidak bisa menghentikan dunia yang terus bergerak semakin cepat. Namun, kita bisa memilih untuk tidak kehilangan arah di tengah semua itu. Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita, karena ketika hati terjaga, insyaallah langkah hidup kita akan lebih tenang dan penuh keberkahan," pungkas Kurniasari. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....