Peduli Kesehatan sejak Dini sebelum Penyakit Terlanjur Parah
- 17 Jul 2026 05:03 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Penyakit liver atau penyakit hati adalah segala kondisi yang mengganggu fungsi organ hati. Gangguan ini bisa disebabkan oleh infeksi virus (hepatitis), penumpukan lemak (perlemakan hati), konsumsi alkohol berlebih, kelainan autoimun, atau faktor genetik. Jika tidak ditangani, kerusakan hati bisa menyebabkan sirosis (jaringan parut) hingga gagal hati. (Alodokter)
Banyak yang mungkin merasakan sakit liver dianggap tidak menggangu atau hanya penyakit biasa namun jika dibiarkan lambat laun akan menjadi parah dan sulit untuk dipulihkan, maka dari itu disarankan untuk segera diobati sebelum terlambat.
Penanganan dan langkah utama ketika sudah merasakan gejala sakit liver, berikut gambarannya yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber terpercaya:
1. Rujukan ke dokter dan pemeriksaan
-> Pemeriksaan darah: enzim hati (AST, ALT), bilirubin, fungsi hati, serta skrining hepatitis.
-> Pemeriksaan lanjutan: USG abdomen, elastografi, atau CT/MRI bila diperlukan.
| Baca juga: Mengapa Pengendalian Berat Badan Penting? |
-> Penegakan diagnosis jenis penyakit liver (hepatitis, sirosis, perlemakan hati, dll.) agar terapi tepat.
2. Penanganan berbasis penyebab
Hepatitis virus:
-> Hepatitis B/C dapat memerlukan obat antivirus, interferon, atau terapi kombinasi sesuai panduan dokter.
-> Hepatitis A dan E umumnya ditangani dengan perawatan suportif dan pencegahan.
Perlemakan hati (non-alcoholic fatty liver disease):
| Baca juga: Obesitas adalah Penyakit Multifaktorial |
-> Fokus pada penurunan berat badan bertahap, diet rendah gula dan lemak, serta olahraga teratur.
-> Kontrol gula darah, kolesterol, dan tekanan darah jika ada.
-> Hepatitis alkoholik / sirosis akibat alkohol:
Berhenti total minum alkohol.
-> Nutrisi adekuat, suplemen bila diperlukan, dan pemantauan komplikasi sirosis.
3. Modifikasi gaya hidup sebagai dasar penanganan
| Baca juga: Waspadai Komplikasi Diabetes |
Diet:
-> Perbanyak sayuran, buah, protein sehat (ikan, telur, tahu/tempe), kurangi gorengan, makanan manis, dan lemak trans.
Olahraga:
-> Aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu (jalan cepat, senam, renang).
Obat dan suplemen:
-> Hindari obat atau suplemen “pembersih hati” yang tidak jelas tanpa izin dokter karena bisa justru merusak hati.
Perlu anda mawas diri bahwa penanganan stadium bera, pada sirosis berat atau fungsi hati yang sangat menurun, dokter mungkin memberikan obat untuk komplikasi (asites, ensefalopati, infeksi). Evaluasi untuk transplantasi hati jika indikasi memenuhi kriteria dan tindakan pencegahan, vaksinasi hepatitis B (dan hepatitis A bila berisiko). Pergunakan jarum dan alat suntik steril, hindari kontak dengan darah orang lain serta jaga berat badan ideal, kontrol gula darah dan kolesterol.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....