Impor Minyak China Diperkirakan Segera Pulih
- 17 Jul 2026 11:04 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Goldman Sachs menilai impor minyak mentah China kemungkinan telah mencapai titik terendah setelah turun sekitar 5 juta barel per hari secara tahunan pada Juni. Meski demikian, bank investasi tersebut belum melihat kebutuhan mendesak bagi China untuk meningkatkan impor dalam waktu dekat.
Menurut Goldman Sachs, tingkat persediaan minyak domestik China masih sangat tinggi. Stok minyak negara tersebut diperkirakan mencapai 1,9 miliar barel atau setara dengan kebutuhan selama sekitar 117 hari sehingga masih mampu menopang kebutuhan dalam beberapa waktu ke depan.
Di sisi lain, Goldman memperkirakan impor minyak China akan kembali meningkat setelah produsen minyak Timur Tengah mulai menurunkan harga jual resmi atau official selling prices (OSP) untuk periode Juli hingga Agustus. Sementara itu, impor minyak negara-negara Asia lainnya disebut telah kembali mengikuti pola musiman normal.
Goldman Sachs juga mengingatkan pasar minyak global masih menghadapi tekanan pasokan setelah serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz menghambat pemulihan ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia. Kondisi tersebut membuat pasar minyak fisik semakin ketat.
"Situasi ini kemungkinan membutuhkan penurunan permintaan yang lebih besar dan kembali terjadi pengurangan persediaan apabila tidak ada deeskalasi dalam waktu dekat," ujar strategis Goldman Sachs yang dipimpin Yulia Zhestkova Grigsby.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....