Kesepian bukan Sekedar tentang Kesendirian
- 15 Jul 2026 07:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Kesepian kerap diartikan sebagai kondisi seseorang ketika sedang sendirian atau tidak memiliki banyak teman. Padahal, menurut Psikolog Imam Faisal, S.Psi, M.A, kesepian adalah pengalaman subjektif yang dialami oleh masing-masing orang. Kesepian berkaitan dengan kualitas hubungan yang dimiliki seseorang.
Imam menjelaskan, seseorang tetap dapat merasa kesepian meskipun berada di tengah keramaian apabila tidak memiliki hubungan emosional dengan orang-orang disekitarnya. Sebaliknya, seseorang yang hidup sendiri belum tentu merasakan kesepian apabila tetep memiliki hubungan sosial yang bermakna.
“Kesepian berkaitan dengan kualitas hubungan. Jadi, bukan masalah banyak atau sedikitnya teman, tetapi bagaimana kita bisa terhubung dengan orang lain,” ujarnya dalam program Ruang Psikologi Pro 1 RRI Purwokerto.
Menurutnya, rasa kesepian dapat dialami siapa saja, tanpa memandang usia. Anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia berpotensi mengalami kondisi tersebut karena kesepian bukan merupakan bagian dari fase perkembangan tertentu, melainkan pengalaman yang dirasakan masing-masing individu.
Ia menjelaskan, penyebab kesepian juga beragam, mulai dari rendahnya harga diri, kurangnya dukungan sosial, hingga perubahan pola interaksi dan relasi ketika memasuki usia dewasa. Kesibukan masing-masing membuat intensitas pertemuan dengan teman berkurang sehingga sebagian orang merasa kehilangan ruang untuk berbagi cerita.
Di sisi lain, keberadaan media sosial juga belum tentu mampu mengatasi kesepian. Menurutnya, interaksi di ruang digital sering kali tidak menghadirkan kedekatan emosional sebagaimana percakapan secara langsung.
| Baca juga: Seni Mengelola Waktu: Solusi Atasi Kewalahan |
"Perasaan kesepian itu memang sangat subjektif. Orang lain mungkin melihat kita baik-baik saja, tetapi belum tentu kita merasakan hal yang sama," katanya.
Untuk mengurangi rasa kesepian, Imam menyarankan agar seseorang mulai membangun interaksi dari hal-hal sederhana. Tidak perlu langsung bergabung dalam kelompok besar, tetapi cukup memulai percakapan dengan satu atau dua orang di lingkungan sekitar.
Ia juga mengingatkan bahwa keinginan untuk menikmati waktu sendiri atau me time merupakan hal yang wajar. Namun, apabila seseorang terus-menerus menarik diri dari lingkungan sosial hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih dan dapat dikonsultasikan kepada tenaga profesional.
"Mulailah dari interaksi yang kecil. Cobalah membangun komunikasi dengan orang di sekitar. Hal sederhana itu bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi rasa kesepian," tutupnya. (Kartika)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....