Cerita Hari Pertama Sekolah dan Masa Orientasi
- 15 Jul 2026 00:20 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Suasana hari pertama masuk sekolah usai libur panjang menjadi topik hangat dalam Program Kabar Jakarta Pro4 RRI Jakarta bersama host Mpok Nova. Melalui sambungan telepon, WhatsApp, dan WA para pendengar dari berbagai daerah berbagi pengalaman tentang kesibukan di hari pertama sekolah. Pertanyaan sederhana pun mengemuka, siapa yang sebenarnya paling repot, orang tua atau anak?
Pak Lutfi dari Tajurhalang, Bogor, mengaku meski sudah tidak memiliki anak usiamu sekolah, dirinya tetap merasakan kesibukan hari pertama sekolah karena sang istri berprofesi sebagai guru. Menurutnya, dimulainya tahun ajaran baru membuat arus lalu lintas kembali padat. Kemacetan di sejumlah ruas jalan menjadi tantangan tersendiri bagi para guru maupun orang tua yang mengantar anak ke sekolah.
Cerita serupa datang dari Haris di Kali Anyar. Ia melihat teman-temannya sudah sibuk sejak subuh karena harus menyiapkan dan mengantar tiga anak ke sekolah yang berbeda. Sementara itu, Wardi di Pontianak mengaku ikut merasakan kerepotan sang kakak yang sejak pagi harus berjuang membangunkan anak-anaknya agar tidak terlambat masuk sekolah.
Bagi Ibu Tami dari Depok, tantangan terbesar justru dimulai saat membangunkan anak. Menurutnya, setelah menikmati libur panjang, anak-anak masih sulit menyesuaikan kembali dengan jadwal bangun pagi. Hal senada disampaikan Linda di Kedoya. Ia menilai sosok ibu menjadi pihak yang paling panik dan riweh karena harus menyiapkan bekal, seragam, perlengkapan sekolah, membangunkan anak, hingga mengantarkan mereka ke sekolah tepat waktu.
Pak Tupar dari Yogyakarta juga berbagi pengalamannya usai mengantar anak ke sekolah. Ia mengatakan suasana hari pertama sekolah selalu identik dengan jalanan yang lebih padat. Ditambah lagi cuaca Yogyakarta yang sedang dingin membuat aktivitas pagi terasa lebih menantang. Sementara itu, Asih di Joglo juga menceritakan kesibukannya menyiapkan berbagai kebutuhan sekolah sejak dini hari agar semua berjalan lancar.
Dari cerita hari pertama sekolah, pembahasan kemudian berlanjut ke masa orientasi siswa. Ibu Via dari Depok menceritakan pengalaman anaknya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Cikumpa Depok. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan upacara pembukaan dan pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya tahun ajaran baru. Acara tersebut dihadiri kepala sekolah, para guru, seluruh siswa, serta orang tua.
Memasuki hari kedua orientasi, para siswa diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan atraksi pencak silat dari siswa-siswi sekolah. Ibu Via mengaku bangga karena anaknya turut tampil dalam demonstrasi tersebut. Selain itu, para siswa juga mulai beradaptasi dengan kelas baru, wali kelas baru, teman-teman baru, serta lingkungan sekolah yang baru.
Cerita lain datang dari Dea di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Sebagai ibu dari dua anak yang kini duduk di kelas 4 dan kelas 6 SD, ia mengaku hari pertama sekolah selalu menjadi momen yang melelahkan setelah libur panjang. Meski demikian, menurutnya kesibukan tersebut sudah menjadi bagian dari rutinitas yang dijalani setiap tahun.
Beragam cerita dari para pendengar ini menunjukkan bahwa hari pertama sekolah bukan hanya menjadi momen adaptasi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi ujian kesigapan bagi para orang tua. Jika harus menjawab siapa yang paling riweh, banyak pendengar sepakat bahwa justru orang tualah yang paling sibuk mengawal langkah awal anak-anak memasuki tahun ajaran baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....