Literasi Digital Diperlukan untuk Mencegah Konflik akibat Perbedaan Pandangan
- 13 Jul 2026 08:00 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto-Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi dan pandangan keagamaan. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga berpotensi memunculkan kesalahpahaman apabila tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai.
Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto, Wahyu Choerul Cahyadi, mengatakan media sosial sering menjadi ruang yang memperkuat pandangan sepihak. "Banyak orang hanya melihat potongan informasi singkat lalu langsung mengambil kesimpulan tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu," ujarnya dalam dialog Moderasi Beragama Pro 1 RRI Purwokerto.
Menurut Wahyu, fenomena tersebut banyak terjadi pada generasi muda yang akrab dengan media digital namun belum sepenuhnya memiliki kemampuan menyaring informasi. "Saring sebelum sharing menjadi prinsip yang sangat penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar," katanya.
Ia menilai budaya saling menghakimi di ruang digital dapat memicu konflik dan memperlebar jarak antarkelompok masyarakat. "Ketika seseorang merasa paling benar dan menutup ruang dialog, maka potensi perpecahan akan semakin besar," jelasnya.
Dalam konteks pendidikan, Wahyu menekankan bahwa kampus tidak cukup hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan. "Perguruan tinggi harus membentuk karakter, adab, etika, dan spiritualitas agar mahasiswa mampu berpikir kritis secara logis, bukan secara anarkis," ungkapnya.
Menanggapi pertanyaan pendengar mengenai perbedaan pandangan dalam keluarga, Wahyu mengingatkan pentingnya pengendalian emosi dan sikap tidak tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan. "Banyak konflik terjadi karena orang lebih cepat bereaksi daripada memahami persoalan yang sebenarnya," tuturnya.
Ia berharap masyarakat mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan memperluas wawasan kebangsaan. "Menjaga persaudaraan jauh lebih indah daripada memelihara permusuhan, karena semakin banyak teman akan semakin besar manfaat yang bisa kita hadirkan bagi sesama," pungkas Wahyu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....