Keberanian Melapor Dinilai Penting untuk Menghentikan Rantai Kekerasan
- 13 Jul 2026 08:03 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.Id, Purwokerto-Korban maupun saksi kekerasan didorong untuk tidak memilih diam ketika menemukan tindakan yang merugikan orang lain. Dukungan dari lingkungan sekitar dinilai menjadi salah satu faktor penting agar korban berani mencari pertolongan.
Duta Anti-Kekerasan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Katherine, mengatakan masih banyak kasus kekerasan yang tidak dilaporkan karena korban takut dianggap berlebihan. "Many people stay silent because they are afraid of being called too sensitive or overreacting," ujarnya dalam program A Cheerful Afternoon–English Corner Pro 2 RRI Purwokerto.
Menurut Katherine, budaya mengalah demi menjaga keharmonisan sering membuat masyarakat mengabaikan tindakan yang sebenarnya termasuk bentuk kekerasan. "People often choose to let things go instead of addressing the problem, and that allows violence to continue," katanya.
Ia menjelaskan, ketika menyaksikan kekerasan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan keselamatan korban sebelum mengambil langkah lain. "Listen without judging, make sure the victim feels safe, and help them seek professional support when they are ready," jelas Katherine.
Di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman, mahasiswa dapat melaporkan dugaan kekerasan melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual maupun Duta Anti-Kekerasan di masing-masing fakultas. "We want students to know that they are not alone and that support is available whenever they need it," ungkapnya.
Katherine juga mengingatkan masyarakat untuk menghentikan praktik victim blaming yang masih sering terjadi dalam berbagai kasus kekerasan. "Instead of questioning the victim, we should question the actions of the perpetrator and create a safer environment for everyone," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....