UNUGHA Dorong Swasembada Pangan lewat Greenhouse
- 08 Jul 2026 08:03 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas-Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap merealisasikan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026. Program tersebut menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) Mugi Kasembadan, Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, dengan mengenalkan teknologi greenhouse sebagai upaya meningkatkan kapasitas produksi pertanian sekaligus mendukung swasembada pangan.
Program diawali dengan launching di Balai Desa Karangduren pada Rabu (24/6/2026) dan dilanjutkan rangkaian pelatihan hingga Jumat (26/6/2026). Kegiatan dihadiri Kepala Desa Karangduren Ismanto, Ketua KWT Mugi Kasembadan Sudarti, Ketua Gapoktan Slamet, Penyuluh Pertanian Lapangan Jumeri, Bhabinkamtibmas Huseno, perangkat desa, serta anggota KWT.
Kepala Desa Karangduren, Ismanto, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pelaksanaan program pemberdayaan tersebut. Menurutnya, penerapan teknologi greenhouse diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih Desa Karangduren dipercaya menjadi tempat pemberdayaan. Harapannya, KWT Mugi Kasembadan bisa menjadi percontohan teknologi greenhouse yang dikembangkan oleh tim UNUGHA, sehingga ke depan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat dan membawa desa kami menuju swasembada pangan," kata Ismanto.
Ketua Tim Pelaksana PKM UNUGHA, Christian Soolany, M.Si., mengatakan program yang akan berlangsung hingga Desember 2026 tersebut merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat. Selain melibatkan dosen, kegiatan ini juga diikuti tiga mahasiswa, yakni Ana Nur Hikmah, Madu Budi, dan Fassyifa.
"Kegiatan ini adalah sarana kemitraan yang baik antara kampus dan masyarakat. Kami berharap program ini berjalan lancar, membawa berkah bagi KWT Mugi Kasembadan, dan tentunya selaras dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah Indonesia di sektor ketahanan pangan," ujar Christian.
Pada hari kedua, peserta memperoleh pelatihan mengenai mekanisasi pertanian modern. Materi sistem irigasi tetes otomatis dan konstruksi greenhouse disampaikan oleh anggota tim PKM sekaligus dosen Universitas Jenderal Soedirman, Purwoko Hari Kuncoro, Ph.D. Sementara itu, Christian Soolany memberikan pelatihan mengenai pengendalian iklim mikro, pengoperasian peralatan, serta strategi perawatan fasilitas teknologi tepat guna agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan penguatan aspek hilirisasi dan pemasaran hasil pertanian. Anggota Tim PKM UNUGHA, Syafiah, S.P., M.M., membekali peserta dengan strategi pemasaran Melon Golden melalui platform digital seperti Shopee, TikTok, dan Instagram, sekaligus memberikan pendampingan terkait pengurusan legalitas usaha, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Di bidang tata kelola usaha, Hatta Setiabudhi, M.Ak., memberikan pelatihan pengelolaan keuangan kelompok. Peserta diajarkan menghitung biaya produksi, melakukan analisis efisiensi operasional, serta menyusun pembukuan digital menggunakan Microsoft Excel.
Keberhasilan tahap awal program ini diukur melalui meningkatnya pemahaman peserta selama pelatihan serta kesiapan teknis anggota KWT Mugi Kasembadan dalam memulai budidaya Melon Golden menggunakan teknologi greenhouse yang telah disediakan. Melalui program ini, UNUGHA berharap terbangun model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....