Comots Edukasi Anak Mengenal Daur Ulang Melalui Workshop Paperseed
- 04 Jul 2026 14:02 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Komunitas Comots mengajak anak-anak mengenal pengelolaan sampah kertas melalui Workshop Paperseed dalam kegiatan Saba Desa di Desa Lamuk, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini menjadi media edukasi kreatif untuk memperkenalkan daur ulang sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Founder Comots, Ermit Three (Mimot), mengatakan paperseed merupakan kertas daur ulang yang dipadukan dengan benih tanaman sehingga memiliki nilai guna baru. Menurutnya, peserta diajak membuat paperseed mulai dari merobek kertas bekas, menghaluskannya, hingga mencetak kertas yang dapat ditanami.
"Teman-teman yang mengikuti nanti bisa memaknai bahwa kertas itu tidak habis di tong sampah saja, tetapi masih bisa menjadi media tanam untuk sayur, bunga maupun buah," kata Mimot saat berbincang di Pro 2 RRI Purwokerto.
Workshop tersebut melibatkan anak-anak usia lima tahun hingga pelajar SMA yang mengikuti seluruh proses pembuatan paperseed secara langsung. Selain praktik mendaur ulang, peserta juga diajak bermain puzzle bertema lingkungan agar materi lebih mudah dipahami.
Relawan Comots, Tina, menilai antusiasme peserta menjadi semangat tersendiri bagi para fasilitator. Ia mengatakan sebagian besar anak baru pertama kali mengenal konsep paperseed sehingga pengalaman tersebut menjadi hal yang menarik bagi mereka.
"Antusiasmenya bikin kita semangat karena mereka awalnya tidak tahu sama sekali apa itu paperseed dan bagaimana teknik membuatnya," ujar Tina.
Selain mengajarkan keterampilan mendaur ulang, Comots juga ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Pendekatan kreatif dipilih agar pesan pelestarian lingkungan lebih mudah diterima oleh anak-anak.
Mimot menilai edukasi lingkungan kepada Generasi Alfa sangat penting karena mereka akan menjadi generasi yang menghadapi tantangan lingkungan di masa depan. Karena itu, metode penyampaian harus disesuaikan dengan karakter anak melalui aktivitas yang menyenangkan dan interaktif.
"Kalau menghadapi Gen Alfa, kita harus sekreatif mungkin dan bisa ditambah dengan reward supaya mereka lebih tertarik mengikuti kegiatan," ungkap Mimot.
Ke depan, Comots berkomitmen menghadirkan lebih banyak kegiatan edukasi lingkungan melalui workshop, pemutaran film, hingga program daur ulang lainnya. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....