Warek III UIN Saizu Dorong Mahasiswa Perkuat Budaya Menulis Ilmiah
- 03 Jul 2026 15:35 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID,Purwokerto – Wakil Rektor III UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Dr. Sunhaji, mendorong mahasiswa program Sarjana, Magister, hingga Doktor untuk aktif menghasilkan karya tulis ilmiah sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Hal itu disampaikan saat membuka Seminar dan Lokakarya Riset Pintar, Publikasi Benar: Memaksimalkan Teknologi untuk Menembus Jurnal Dunia.
Menurut Prof. Sunhaji, budaya menulis harus dibangun sejak mahasiswa dengan berangkat dari disiplin ilmu yang dipelajari. Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, misalnya, didorong menulis kajian tentang komunikasi dakwah, sementara mahasiswa Tarbiyah mengembangkan tulisan di bidang pendidikan.
"Mahasiswa S1, S2, maupun S3 harus mulai membiasakan diri menulis artikel ilmiah sesuai bidang keilmuannya. Mahasiswa Dakwah menulis tentang komunikasi dakwah, mahasiswa Tarbiyah menulis tentang pendidikan, dan begitu seterusnya," ujar Prof. Sunhaji.
Ia menambahkan, saat ini semakin banyak mahasiswa UIN Saizu yang berhasil memublikasikan artikel ilmiah di berbagai jurnal. Untuk memulai menulis, mahasiswa dapat mengangkat persoalan yang dekat dengan aktivitas akademik sehari-hari, kemudian memperkuatnya dengan argumentasi ilmiah.
"Awali menulis dari bidang keilmuan yang setiap hari kita tekuni. Setiap ide yang diangkat harus diperkuat dengan argumentasi akademik agar menghasilkan tulisan yang berkualitas," katanya.
Prof. Sunhaji menjelaskan, artikel ilmiah yang baik harus mampu menghadirkan kesenjangan antara realitas dan kondisi ideal sebagai dasar analisis dan penyusunan solusi.
"Tulisan ilmiah yang baik lahir dari adanya kesenjangan antara realitas dan idealitas. Dari situlah muncul analisis dan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik," jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa seorang penulis harus memiliki sikap terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari proses penyempurnaan karya ilmiah.
"Yang tidak kalah penting, seorang penulis harus siap menerima kritik. Kritik adalah bagian dari proses penyempurnaan karya ilmiah. Saya berharap seminar dan lokakarya ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi berlanjut menjadi budaya akademik. Kegiatan seperti ini juga sangat baik diikuti oleh dosen, khususnya dosen-dosen pemula," pungkas Prof. Sunhaji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....