Waspada Aquaplaning, Bahaya Tersembunyi Bisa Membuat Mobil Kehilangan Kendali
- 30 Jun 2026 18:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Musim hujan tidak hanya membuat jarak pandang pengemudi berkurang, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya aquaplaning, salah satu kondisi paling berbahaya saat berkendara. Banyak kecelakaan di jalan raya terjadi karena pengemudi tidak memahami apa itu aquaplaning dan bagaimana cara mengatasinya.
Aquaplaning adalah kondisi ketika terbentuk lapisan air di antara permukaan ban dan jalan sehingga ban kehilangan daya cengkeram. Akibatnya, mobil seperti "mengambang" di atas air dan tidak lagi merespons kemudi maupun pengereman secara normal.
Kondisi ini umumnya terjadi saat hujan deras atau ketika kendaraan melintasi genangan air, meski juga bisa dipicu oleh tumpahan cairan seperti minyak atau air dari kendaraan lain.
Mengutip informasi dari Chubb, saat mobil mengalami aquaplaning, pengemudi berisiko kehilangan kendali karena traksi ban menurun drastis. Dalam kondisi tersebut, kemampuan mobil untuk berbelok maupun mengerem menjadi sangat terbatas sehingga risiko kecelakaan meningkat.
Hal terpenting adalah tetap tenang dan tidak panik. Reaksi spontan justru sering menjadi penyebab utama kecelakaan yang lebih fatal.
| Baca juga: Siluet dalam Cahaya Senja Sarat Akan Makna |
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika mobil mengalami aquaplaning:
1.Tetap fokus dan jangan panik.
Lepaskan pedal gas secara perlahan tanpa menginjak rem secara mendadak.
2.Hindari memutar setir secara tiba-tiba. Biarkan kemudi mengikuti arah laju kendaraan hingga ban kembali mencengkeram permukaan jalan.
Setelah kendaraan mulai stabil dan traksi kembali normal, kurangi kecepatan dengan menginjak pedal rem secara perlahan.
| Baca juga: Pengurangan Resiko Bencana |
Banyak pengemudi secara refleks menginjak rem atau membanting setir ketika mobil mulai kehilangan kendali. Padahal, tindakan tersebut justru dapat memperparah situasi, terutama jika permukaan jalan licin akibat minyak atau lumpur.
Mencegah tentu lebih baik daripada mengatasi. Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu mengurangi risiko aquaplaning saat berkendara:
1.Periksa kondisi ban secara rutin. Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi dan alur ban masih cukup dalam agar mampu membuang air dengan baik.
Kurangi kecepatan saat hujan atau ketika melewati genangan air.
| Baca juga: Ciri Ciri Orang Egois yang Tidak Kita Sadari |
2.Hindari berkendara dengan kecepatan tinggi, terutama pada kendaraan berbobot ringan yang lebih rentan mengalami aquaplaning.
3.Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan sehingga memiliki ruang yang cukup untuk bereaksi jika terjadi keadaan darurat.
Merawat kendaraan secara berkala dan mengemudi dengan hati-hati memang dapat mengurangi risiko kecelakaan. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menjadi "pelindung" dari berbagai potensi bahaya di jalan, termasuk aquaplaning.
Karena itu, setiap pengemudi perlu memahami karakteristik kendaraannya, menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, serta selalu mengutamakan keselamatan.
Dengan pengetahuan yang tepat dan sikap berkendara yang bijak, risiko aquaplaning dapat diminimalkan sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman, terutama saat musim hujan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....