Cara Menggunakan Tusuk Gigi yang Benar agar Tidak Merusak Gigi dan Gusi
- 30 Jun 2026 13:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Menjaga kebersihan gigi tidak hanya dilakukan dengan menyikat gigi secara rutin, tetapi juga dengan membersihkan sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi. Salah satu alat yang sering digunakan adalah tusuk gigi. Meski praktis, penggunaan tusuk gigi harus dilakukan dengan cara yang benar agar tidak menimbulkan masalah pada kesehatan gigi dan gusi.
Dikutip dari laman klinikjoydental. Anda sebaiknya tidak langsung menyikat gigi sesaat setelah makan. Idealnya, tunggu sekitar 30 hingga 60 menit sebelum menyikat gigi. Selama menunggu, sebagian orang memilih menggunakan tusuk gigi untuk mengeluarkan sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi.
Ujung tusuk gigi yang runcing memang memudahkan membersihkan area yang sulit dijangkau sikat gigi. Namun, di balik kepraktisannya, penggunaan yang terlalu sering atau tidak tepat justru dapat meningkatkan risiko cedera pada gigi, gusi, bahkan rongga mulut.
Penggunaan tusuk gigi sendiri telah dikenal sejak lama, bahkan jauh sebelum sikat gigi modern ditemukan. Pada masa itu, tusuk gigi menjadi satu-satunya alat sederhana untuk membersihkan sela-sela gigi. Hingga kini, tusuk gigi masih banyak digunakan dan umumnya terbuat dari kayu maupun plastik.
Perlu diketahui, tusuk gigi hanya mampu membantu mengangkat sisa makanan yang terselip. Alat ini tidak dapat menghilangkan plak maupun karang gigi yang menempel pada permukaan gigi.
Oleh karena itu, tusuk gigi tidak dapat menggantikan fungsi menyikat gigi dan membersihkan gigi secara menyeluruh.
Risiko Menggunakan Tusuk Gigi Secara Tidak Tepat
Meski terlihat sederhana, penggunaan tusuk gigi yang salah dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut, di antaranya:
1. Merusak lapisan enamel gigi
Gerakan mencongkel yang terlalu keras dapat mengikis enamel atau lapisan terluar gigi. Jika enamel rusak, gigi akan menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami kerusakan.
2. Melukai gusi
Ujung tusuk gigi yang tajam berisiko melukai jaringan gusi, terutama jika digunakan dengan tekanan berlebihan. Luka pada gusi dapat memicu peradangan, perdarahan, hingga infeksi.
3. Meningkatkan risiko infeksi
Tusuk gigi yang beredar di pasaran belum tentu melalui proses sterilisasi. Jika digunakan dalam kondisi kurang bersih, bakteri yang menempel pada tusuk gigi dapat masuk ke jaringan gusi dan menyebabkan infeksi.
4. Tusuk gigi dapat patah dan tersangkut
Baik tusuk gigi berbahan kayu maupun plastik memiliki risiko patah saat digunakan. Potongan yang tertinggal di sela-sela gigi dapat menimbulkan rasa sakit dan membutuhkan penanganan dokter gigi.
Cara Menggunakan Tusuk Gigi dengan Aman
Agar manfaatnya lebih optimal dan risikonya dapat diminimalkan, perhatikan beberapa cara menggunakan tusuk gigi berikut.
Pilih tusuk gigi yang bersih dan berkualitas
Pastikan tusuk gigi yang digunakan masih utuh, bersih, dan tidak memiliki serpihan yang berpotensi melukai gusi.
Gunakan dengan gerakan perlahan
Masukkan tusuk gigi secara perlahan dengan sudut sekitar 45 derajat, lalu gerakkan dari dalam ke luar untuk mengeluarkan sisa makanan. Hindari gerakan menusuk atau mendorong makanan lebih dalam ke arah gusi.
Jangan menekan terlalu keras
Tekanan yang berlebihan justru dapat melukai gusi, memperlebar sela gigi, merusak enamel, bahkan membuat tusuk gigi patah. Jika sisa makanan sulit dikeluarkan, sebaiknya gunakan benang gigi (dental floss) atau berkonsultasi dengan dokter gigi.
Pada akhirnya, tusuk gigi hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk membersihkan sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi. Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara optimal, tetap biasakan menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi bila diperlukan, serta rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....