Refleksi Harganas Menegaskan Pentingnya Kehadiran Ayah Bagi Anak
- 30 Jun 2026 03:52 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) bukan sekadar agenda seremonial yang diperingati setiap 29 Juni. Momentum ini merupakan ajakan untuk kembali menempatkan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia. Pada Harganas ke-33 tahun 2026, pemerintah mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", sebuah pesan yang menegaskan bahwa peran ayah dalam keluarga tidak berhenti pada fungsi sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pengasuh, pendidik, pelindung, dan teladan bagi anak.
Tema tersebut menjadi refleksi atas dinamika kehidupan keluarga modern. Di tengah tuntutan pekerjaan, perkembangan teknologi, dan derasnya arus informasi digital, banyak ayah yang hadir secara fisik, tetapi belum tentu hadir secara emosional. Padahal, anak membutuhkan lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan materi. Mereka membutuhkan waktu, perhatian, dialog, dan kasih sayang yang konsisten dari sosok ayah.
Hubungan antara ayah dan anak memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter. Kehadiran ayah dalam aktivitas sederhana, seperti mendampingi belajar, mendengarkan cerita anak, bermain bersama, atau memberikan nasihat ketika menghadapi masalah, mampu membangun rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus memperkuat kesehatan emosional anak.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah juga berkaitan dengan perkembangan kemampuan sosial, prestasi akademik, serta pembentukan disiplin yang lebih baik pada anak.
Di sisi lain, hubungan yang renggang antara ayah dan anak dapat meninggalkan ruang kosong dalam proses tumbuh kembang. Anak berpotensi kehilangan figur panutan, mengalami kesulitan membangun komunikasi, bahkan mencari pengakuan dari lingkungan yang belum tentu memberikan pengaruh positif. Karena itu, kualitas interaksi antara ayah dan anak menjadi salah satu indikator penting dalam membangun ketahanan keluarga.
Harganas tahun ini mengingatkan bahwa menjadi ayah bukan hanya tentang menyediakan kehidupan yang layak, melainkan juga menghadirkan kehangatan dalam keseharian keluarga. Kehadiran tersebut tidak selalu diukur dari lamanya waktu bersama, tetapi dari kualitas perhatian yang diberikan. Percakapan singkat sebelum tidur, mengantar anak ke sekolah, atau sekadar menikmati makan malam bersama dapat menjadi momen yang membangun ikatan emosional yang kuat.
Refleksi Harganas pada akhirnya bukan hanya ditujukan kepada para orang tua, tetapi juga kepada seluruh masyarakat. Membangun keluarga yang kuat dimulai dari hubungan yang hangat antara ayah dan anak. Sebab, anak tidak akan selalu mengingat seberapa besar penghasilan ayahnya, tetapi mereka akan mengingat seberapa besar perhatian, kasih sayang, dan waktu yang pernah diberikan. Dari hubungan yang sederhana itulah lahir keluarga yang tangguh, masyarakat yang sehat, dan bangsa yang semakin kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....