Dukungan Orang Tua Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak Autisme

  • 27 Jun 2026 14:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Memiliki anak istimewa bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kesabaran dan keikhlasan untuk mendidik dan juga memberikan pendidikan sekolah. Dalam program Surabaya Siang Ini Dialog Ruang Disabilitas Pro 1 RRI Surabaya, Sabtu, 27 Juni 2026, Ibu Siti Nur, orang tua dari Safira Torinah Nur Azizah, penyandang autisme memberikan edukasi sekaligus kampanye kesadaran masyarakat mengenai autisme dan pentingnya lingkungan yang inklusif.

Menurutnya, perjalanan mendampingi anak dengan autisme membutuhkan kesabaran, perhatian, dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, diharapkan masyarakat mampu meningkatkan kesadarannya mengenai pentingnya inklusi dan penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas.

"Sebagai orang tua, kami harus terus memberikan semangat dan mendampingi anak agar mereka dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Kalau Safira ini hobbynya adalah menggambar dan mewarnai, maka saya juga harus dukung dia untuk mengerjakan apa yang disukai. Dukungan keluarga menjadi hal yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya," ujarnya.

Menurutnya, orang tua juga perlu memahami kondisi anak dan tidak merasa malu ketika memiliki anak dengan autisme. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar penyandang autisme dapat diterima dengan baik di lingkungan sosial.

"Sejak kecil, mulai dari SD sampai SMA, Safira sekolah di sekolah umum. Saya bersyukur dia ini anaknya anteng, tenang, tidak pernah tantrum. Jadi saya tidak ragu untuk menyekolahkan di sekolah umum. Sampai sekarang juga masih rajin terapi, untuk perkembangan motorik sensoriknya. Untuk itu, kami berharap masyarakat lebih memahami autisme dan memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak penyandang disabilitas untuk belajar, bergaul, dan berkarya," tambahnya.

Sementara itu, Safira juga menceritakan pengalaman hidupnya sebagai penyandang autisme serta tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam membantu dirinya berkembang dan percaya diri.

"Selama saya sekolah, saya hepi bertemu dengan teman-teman. Biasanya saya jajan di kantin bersama teman-teman. Saya juga ingin melanjutkan kuliah, selesai lulus sekolah SMA ini," ujarnya.

Safira menambahkan bahwa setiap penyandang autisme memiliki karakteristik yang berbeda sehingga masyarakat tidak seharusnya memberikan stigma atau penilaian yang sama kepada seluruh penyandang autisme.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....