Dosen Disabilitas UNAIR Raih Gelar Doktor dengan IPK Sempurna

  • 18 Jun 2026 16:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi Dr. Rozi, S.Pi., M.Biotech., dosen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR), untuk menorehkan prestasi akademik. Berkat kerja keras dan ketekunannya, ia berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral dengan IPK 4.00 dan predikat cum laude, sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak kalangan.

Dalam dialog Momins (Moment Inspirasi) Pro 1 RRI Surabaya, Kamis, 18 Juni 2026, perjalanannya menempuh pendidikan hingga jenjang doktor, Dr. Rozi menghadapi berbagai tantangan. Namun, ia memilih untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Baginya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan selama memiliki kemauan dan tekad yang kuat.

Menurutnya, salah satu kunci utama keberhasilannya adalah menjaga fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai. Ia menilai banyak orang gagal bukan karena kurang kemampuan, melainkan karena mudah terdistraksi oleh berbagai hal di luar target yang telah ditetapkan.

"Kunci sukses menurut saya sederhana, yaitu fokus. Ketika kita sudah memiliki tujuan, jangan terlalu banyak melihat hambatan atau membandingkan diri dengan orang lain. Fokus pada proses, lakukan yang terbaik setiap hari, dan percayalah hasil akan mengikuti," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Menurutnya, setiap individu memiliki kelebihan yang dapat dikembangkan jika mau terus belajar dan bekerja keras.

"Saya percaya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapi keadaan dan tetap konsisten berusaha. Selama masih ada kemauan, selalu ada jalan untuk berkembang. IPK Sempurna ini menurut saya bukan akhir dari pencapaian. Lebih jauh dari itu, saya ingin penemuan dan penelitian saya ini tidak hanya berhenti di bangku akademik saja, namun juga bisa dirasakan manfaatnya hingga di masyarakat," ujarnya.

Selain aktif mengajar di Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Rozi juga terus melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dedikasinya di dunia akademik menunjukkan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun kondisi fisik.

Kisah perjuangan Dr. Rozi menjadi inspirasi bagi mahasiswa, akademisi, dan masyarakat luas. Ia membagikan pengalaman hidup serta motivasi agar generasi muda tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

"Jangan takut bermimpi besar. Fokuslah pada tujuan, nikmati prosesnya, dan jangan berhenti belajar. Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling sempurna, tetapi siapa yang paling konsisten berjuang," katanya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kondisi yang dimiliki seseorang, melainkan oleh fokus, ketekunan, dan keberanian untuk terus melangkah meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....