Literasi Keluarga Jadi Fondasi Generasi Emas Indonesia

  • 25 Jun 2026 08:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID,Purwokerto – Rendahnya tingkat literasi anak Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak. Dalam dialog Indonesia Cerdas Berjaringan Korwil XI yang disiarkan RRI Purwokerto, Rabu (24/6/2026), Dosen Teknik Informatika Telkom University Purwokerto, Novanda Alim Setianugraha, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun budaya literasi sejak dini.

Menurut Novanda, Gerakan Literasi Nasional memiliki tiga pilar utama, yakni literasi keluarga, literasi sekolah, dan literasi masyarakat. Dari ketiga pilar tersebut, literasi keluarga menjadi pondasi yang paling menentukan keberhasilan anak dalam mengembangkan kemampuan membaca dan memahami informasi.

Ia menjelaskan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca buku, tetapi mencakup kemampuan memahami kehidupan, berpikir kritis, berkomunikasi, hingga memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi itu luas. Tidak hanya membaca teks, tetapi bagaimana seseorang mampu memahami dan memaknai berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.

Novanda mengungkapkan, berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA), kemampuan literasi membaca anak Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan budaya membaca sejak lingkungan keluarga.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, terutama ayah, dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah menyediakan bahan bacaan di rumah dan membiasakan kegiatan membaca nyaring atau reading aloud sejak anak masih berada dalam kandungan.

“Anak yang terbiasa mendengar cerita dan dibacakan buku akan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan orang tuanya sekaligus tumbuh minat bacanya,” katanya.

Selain itu, Novanda mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan penggunaan gawai harus diimbangi dengan pendampingan orang tua. Screen time perlu dibatasi dan diarahkan agar tidak mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi langsung dengan keluarga maupun buku bacaan.

Ia meyakini, keluarga yang konsisten menerapkan budaya literasi akan melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

“Negara yang kuat berawal dari keluarga yang kuat. Jika fondasi keluarga baik, maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....