Menyiapkan Generasi Halim dan Alim Dimulai dari Keluarga
- 11 Jun 2026 09:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Setiap orang tua tentu menginginkan anak yang tumbuh menjadi pribadi berakhlak baik sekaligus memiliki ilmu yang bermanfaat. Di dalam Islam, upaya tersebut merupakan investasi jangka panjang yang nilainya jauh melampaui harta dan materi.
Pada program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto bersama Ustaz Dr. Enjang Burhanudin Yusuf, S.S.,M.Pd yang menjelaskan bahwa keluarga Nabi Ibrahim AS memberikan teladan tentang pentingnya membentuk karakter dan kecerdasan anak. Nabi Ismail AS dikenal sebagai sosok ghulamun halim, yaitu anak yang sabar, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai ujian kehidupan. Sementara Nabi Ishak AS disebut sebagai ghulamun alim, yakni anak yang memiliki kecerdasan dan keluasan ilmu.
Karakter dan ilmu memiliki proses pembentukan yang berbeda. Ilmu tidak diwariskan secara otomatis melalui keturunan, melainkan diperoleh melalui proses belajar yang terus-menerus. Karena itu, orang tua perlu menanamkan semangat belajar sejak dini agar anak mampu mengembangkan pengetahuan dan wawasannya.
Di sisi lain, karakter yang baik juga tidak muncul secara instan. Sikap sabar, rendah hati, disiplin, dan bertanggung jawab harus dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara berulang dalam kehidupan sehari-hari. Semakin sering nilai-nilai tersebut diajarkan dan dicontohkan, semakin kuat pula karakter yang tertanam dalam diri anak.
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Jika kemudian muncul sifat-sifat negatif seperti pemarah, emosional, atau tidak bertanggung jawab, itu umumnya terbentuk dari proses belajar dan pengaruh lingkungan di sekitarnya,"ujar Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf S.
Selain faktor pendidikan di rumah, lingkungan juga menjadi faktor penting dalam membentuk kepribadian anak. Ketika memilih tempat tinggal, orang tua tidak hanya perlu mempertimbangkan kondisi fisik rumah, tetapi juga lingkungan sosial di sekitarnya. Pergaulan yang baik dapat menjadi sarana yang mendukung tumbuh kembang karakter positif pada anak.
Perpaduan antara pendidikan, pembiasaan akhlak, dan lingkungan yang baik, orang tua dapat menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan dan kemuliaan akhlak. Dengan bekal tersebut, anak diharapkan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan agama. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....