Gempuran Konten Digital Tingkatkan Risiko Stres dan Perilaku Impulsif
- 24 Jun 2026 07:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Arus informasi secara terus-menerus dalam penggunaan media sosial dapat memicu perilaku perbandingan sosial hingga mendorong keputusan impulsif dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini diungkapkan Dosen Fakultas Psikologi UMP, Nia Anggri Noveni, S.PSi., M.A., dalam Dialog Jaga Malam Curhatnya Pro 2, Selasa (16/06/26).
Nia menegaskan fenomena tersebut semakin terasa ketika kondisi ekonomi sedang tidak stabil. Banyak orang terdorong untuk mengejar pencapaian tertentu yang mereka lihat di media sosial, tanpa mempertimbangkan kondisi pribadi dan kemampuan finansial masing-masing.
“Peran media sosial menyebabkan otak terus menerima informasi, lalu muncul perilaku perbandingan sosial seperti membandingkan diri dengan orang lain melalui akun media sosial, misalnya melihat pencapaian-pencapaian orang lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dapat membuat seseorang terdorong bekerja secara berlebihan demi mengejar standar yang dianggap ideal. Akibatnya, waktu untuk beristirahat, membangun relasi sosial, hingga menemukan makna hidup sering kali terabaikan.
Sebagai solusi, Nia mengenalkan konsep mindfulness dalam psikologi. Pendekatan ini mengajarkan individu untuk menyadari apa yang sedang terjadi pada dirinya saat ini tanpa terjebak penyesalan masa lalu maupun kecemasan terhadap masa depan.
Penerapan mindfulness dapat dilakukan melalui langkah sederhana, seperti menyadari emosi yang sedang dirasakan, mengurangi kebiasaan multitasking, melakukan aktivitas yang bermakna, serta membatasi konsumsi media sosial. Langkah tersebut diyakini mampu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Kesadaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari menjadi keterampilan penting di tengah tekanan ekonomi global, persaingan kerja yang ketat, maraknya fenomena side hustle, hingga godaan pinjaman online. Dengan hidup lebih sadar, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih sehat bagi kondisi mental maupun finansial mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....