Makna Kurban Masa Kini: Tantangan Umat Muslim Menyembelih Ego Diri

  • 13 Jun 2026 04:41 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Nilai-nilai keteladanan dari kisah Nabi Ibrahim AS tidak pernah pudar oleh waktu dan tetap memiliki relevansi yang sangat kuat bagi kehidupan modern saat ini. Salah satu esensi terbesar dari perjalanan hidup sang nabi adalah peristiwa kurban, yang menjadi bukti nyata dari puncak keimanan dan penyerahan diri secara total kepada Allah SWT. Di masa kini, makna kurban tersebut bertransformasi menjadi sebuah tantangan moral bagi setiap individu untuk mengendalikan sifat-sifat buruk dalam diri mereka.

Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Ustaz Romaiki Hafni menekankan bahwa bentuk ujian kurban yang paling berat bagi umat Muslim di era sekarang adalah kewajiban untuk "menyembelih ego" pribadi. Banyak manusia saat ini yang menjadikan keinginan sendiri, gengsi, dan standar transaksional sebagai landasan utama dalam bertindak, bukan lagi perintah Allah SWT.

“Sifat egois inilah yang sering kali memicu konflik, baik dalam hubungan keluarga maupun di tengah-tengah kehidupan sosial bermasyarakat,” ucapnya, Rabu, 10 Juni 2026.

Ustaz Romaiki mencontohkan bagaimana aktivitas sosial keagamaan di desa-desa, seperti menghadiri undangan tahlilan atau pesta pernikahan, terkadang masih didasari oleh rasa tidak enak hati semata. Standar hidup yang mengedepankan tradisi dan pamrih tersebut seharusnya diubah total menjadi niat yang murni karena Allah SWT.

“Dengan menyembelih ego, seseorang akan mampu mengikis sifat pamrih dan mengubah paradigma hidupnya agar selalu selaras dengan aturan agama,” tutupnya.

Sebagai langkah awal untuk mempermudah proses pengelolaan ego dan memperbaiki kualitas diri, umat Muslim diimbau untuk kembali memprioritaskan kualitas ibadah wajib. Memperbaiki tata cara dan kekhusyukan dalam mendirikan salat dinilai sebagai solusi paling efektif agar hati tetap terpaut kepada Sang Pencipta. Melalui salat yang benar, dampak positif akan mengalir ke dalam perilaku sehari-hari, sekaligus mencegah manusia agar tidak semakin menjauh dari nilai-nilai spiritualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....