Banyak Tak Tahu, Islam Larang Mencela Demam
- 09 Jun 2026 07:21 WIB
- Kupang
RR.CO.ID, Kupang - Demam sering kali dianggap sebagai sesuatu yang menyusahkan. Saat tubuh terasa panas, lemah, dan aktivitas terganggu, tidak sedikit orang yang mengeluh bahkan mencela penyakit yang sedang dideritanya.
Namun, dalam ajaran Islam, seorang muslim diajarkan untuk menjaga lisannya dan tidak mencela demam maupun musibah yang menimpanya. Larangan tersebut didasarkan pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Suatu ketika seorang wanita mengeluhkan demam yang sedang dideritanya dan mencelanya. Rasulullah ﷺ kemudian bersabda: "Janganlah engkau mencela demam, karena sesungguhnya demam itu menghapus dosa-dosa anak Adam sebagaimana api menghilangkan kotoran pada besi."
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa demam bukan sekadar gangguan kesehatan, melainkan bisa menjadi sarana penghapus dosa bagi seorang mukmin. Rasa sakit yang dialami dengan penuh kesabaran akan bernilai pahala di sisi Allah Subhanawataalla .
Dalam perspektif Islam, setiap penyakit yang menimpa seorang hamba terjadi atas izin Allah. Karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk bersabar, berikhtiar mencari pengobatan, serta memperbanyak doa.
Mencela penyakit berarti menunjukkan ketidaksenangan terhadap takdir yang sedang Allah tetapkan, meskipun keluhan manusiawi tetap diperbolehkan selama tidak mengandung protes kepada Allah. Al-Qur'an juga mengajarkan bahwa setiap ujian memiliki hikmah. Allah Subhanawataalla berfirman:
"Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah: 155)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa sakit dan penyakit merupakan bagian dari ujian kehidupan. Orang yang bersabar dalam menghadapinya akan mendapatkan kabar gembira berupa pahala dan rahmat dari Allah.
Di era modern saat ini, ketika masyarakat sering mengeluhkan berbagai penyakit di media sosial atau dalam percakapan sehari-hari, ajaran Islam mengingatkan pentingnya menjaga sikap. Bukan berarti seseorang tidak boleh mengungkapkan rasa sakitnya atau mencari pertolongan medis, tetapi hendaknya tidak sampai mencela penyakit yang menjadi bagian dari ujian hidup.
Para ulama menjelaskan bahwa seorang muslim sebaiknya mengganti keluhan yang bernada celaan dengan doa dan harapan kesembuhan. Sikap ini akan membantu seseorang lebih tenang secara psikologis sekaligus meningkatkan keimanan dalam menghadapi cobaan.
Demam dan penyakit memang tidak menyenangkan, tetapi bagi seorang mukmin, keduanya dapat menjadi sarana pembersih dosa dan pengangkat derajat. Karena itulah Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umatnya tidak mencela demam, melainkan menghadapinya dengan sabar, ikhtiar, dan penuh harapan kepada Allah Subhanawataalla. (TP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....