Bijak Bermedia Sosial demi Kesehatan Mental
- 01 Jun 2026 13:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Kesehatan mental pada remaja kini menjadi perhatian serius di tengah era digital yang serba cepat. Standar hidup yang tercipta di dunia maya, seperti tuntutan fisik seringkali membuat remaja merasa tidak percaya diri yang akhirnya berdampak pada kesehatan mental.
Bersama Yoza Okta Saputra, S.Psi., M.Psi., Psikolog – Dosen Fakultas Psikologi UMP dalam program Curhatnya Pro 2 RRI Purwokerto yang membahas tema “Kesehatan Mental Remaja”.Yoza menuturkan bahwa remaja merupakan masa transisi krusial dari kanak-kanak menuju dewasa. Dalam hal ini, kesehatan mental remaja didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengatasi masalah, menyadari potensi diri, serta beraktivitas secara optimal.
“Salah satu pemicu stress dan overthinking remaja saat ini adalah pengaruh media sosial. Media sosial ini kan bikin gaya hidup, gitu, ya, identitas diri remaja juga terpengaruh. Hal ini juga yang seringkali menciptakan standar hidup yang tidak realistis bagi remaja,» jelas Yoza.
Selain faktor eksternal, peran keluarga juga menjadi pilar krusial sebagai dukungan sosial utama bagi remaja. Dukungan orang tua dalam memvalidasi minat dan perasaan anak sangat membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka. Tanpa dukungan tersebut, remaja lebih rentan merasa tertekan dan bingung akan identitas dirinya.
Yoza menekankan pentingnya menjaga kesimbangan antara kesehatan fisik dan mental melalui pola hidup sehat serta melakukan hobi yang positif.
"Kita harus aware dengan kesehatan mental kita. Jangan hanya aware dengan kesehatan fisik, sebab kesehatan fisik maupun mental itu saling berkaitan," ungkap Yoza.
Dengan demikian, baik itu kesehatan mental atau pun kesehatan fisik harus menjadi perhatian diri kita sendiri. Dengan mengontrol konsumsi media sosial dan pola hidup sehat menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental dan kesehatan fisik agar terhindar dari stres dan overthinking. (Helmalia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....