Uskup Edmund Woga Tahbiskan 30 Diakon Calon Imam Baru
- 31 Mei 2026 05:04 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR, mentabiskan 30 Diakon menjadi calon Imam Baru Diosisan di Keuskupang Agung Kupang, Keuskupan Atambua, dan Keuskupan Weetebula-Sumba, dengan mengembang Misi Utama “Dipilih untuk Pekerjaan Belas Kasih”.
Misa Pentabisan 30 Diakon Calon Imam Baru berasal dari Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, dan Keuskupan Weetebula-Sumba ini, berlangsung pada, Sabtu 30 Mei 2026, di Kapela Seminari Tinggi Santo Mikhael, Penfui Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Uskup Weetebula, Mongsinyiur Edmund Woga, CSsR usai petabisan menyampaikan bahwa, ketiga puluh Diakon calon imam diutus mengemban misi “Pekerjaan Belas Kasih” di tengah-tengah umat dan masyarakat. Panggilan mereka merupakn sebuah rahmat bagi Gereja Katolik di tiga Keuskupan, yang belum tentu hal tersebut terjadi di daerah lainnya termasuk di Luar Negeri.
“Saya bersama dengan Mongsinyiur Roni dan Mongsinyiur Domi mengucapkan banyak terimakasih untuk para Diakon baru 30 orang, untuk kesediaan tugas sebagai pelayan tertabuis bagi pelayanan di dalam Gereja. Setiap tahun kita boleh mendapat sekian banyak panggilan dan hari ini 30 orang memang luar biasa,” kata Mgr. Edmund Woga.
“Sementara di tempat-tempat lain, panggilan Imamat itu mengalami kekeringan dalam panggilan. Tapi itu rupanya rencana Tuhan ketika dulu kita menerima para Misionaris dari Eropa, dari Amerika, sekarang justeru terbalik, jadi ini pantut kita syukuri bersama Anugerah Tuhan,” ujar YM. Mgr. Edmund.
Preses Seminari Tinggi Santu Mikhael Penfui Kupang, Romo Theodorus Aloysius Silab, Pr., dalam sambutannya berpesan kepada 30 Daikon Calom Imam Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, dan Keuskupan Weetebula, pentabisan ini merupakan panggilan inti sebagai pelayan sabda, liturgy, dan amal kasih, diutus untuk menjadi tanda nyata belas kasih Allah di tengah-tengah umat manusia. “Para Diakon terkasih, jalinlah komunikasi yang sehat dengan umat dan sesama dan dengan sesama Imam,” ujar RD. Theodorus.

“Jangan jadi Diakon yang tertutup, gampang tersinggung, atau sulit diajak kerjasama. Jadilah pribadi yang bersaudara dan yang membawa damai, profisiat bagi para Diakon, adik-adik ku yang terkasih,” ucapnya, lebih lanjut.
Salah seorang perwakilan Diakon Tabisan, Febronius Kiik dari Keuskupan Atambua menyampaikan, panggilan yang diterima ke-30 Diakon Calon Imam Diosesan tidak terlepas dari dukungan orang tua, keluarga, sahabat, kenalan, pemerintah, para Imam, rekan-rekan frater, dan seluruh umat Allah, terutama ketiga Uskup di Kuskupan Agung Kupang, Atambua, dan Weetebula. “Tabisan yang kami terima hari ini tidak serta merta usaha kami pribadi,” kata Diakon Febronius Kiik.
“Kami ingin menyampaikan terimakasih dan rasa syukur, terimkasih kepada Uskup Pentabis Mongsinyiur Edmund Woga yang telah berkenan menabiskan kami, ketiga puluh Diakon ini. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Uskup Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, dan Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, yang selalu dan terus membimbing kami,” ujar Diakon Febronius Kiik.
Walikota Kupang, dr. Christian Widodo mewakili Pemerintah Nusa Tenggara Timur menyampaikan ucapan selamat kepada 30 diakon yang ditabiskan. Ia mengajak para calon imam bersama-sama pemerintah terus membangun daerah ini menjadi lebih baik.
“Di zaman modern seperti ini kami sangat membutuhkan peran Diakon. Tentu ditengah perkembangan teknologi, kami butuh bantuan para Diakon-Diakon baru seperti ini,” ujar Walikota Kupang.
Mewakili orang tua dan keluarga ke-30 Diakon para Calon Imam, Frederikus Guntus Nana kepada RRI berpesan, agar para calon Imam yang akan ditabiskan menjadi Imam di Keuskupannya masing-masing yakni, Keuskupan Agung Kupang, Atambua, dan Weetebula, menjalani masa-masa persiapan menjadi Imam, sebagaimana orang tua telah menyerahkan segalanya untuk Tuhan, semoga para Calon Imam tersebut juga menyerahkan diri untuk umatnya. (at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....